Moskow (ANTARA) - Otoritas penegak hukum Jerman sedang menyelidiki insiden tabrakan yang menimpa kerumunan orang di pusat kota Berlin sebagai dugaan serangan teroris, menurut surat kabar Bild pada Minggu.
Insiden pada Sabtu malam (25/7) di kawasan Tiergarten, Berlin, itu terjadi di tengah acara yang dihadiri ratusan ribu orang. Seorang pengemudi van putih menabrak kerumunan orang sebelum menabrakkan diri ke sebuah pohon dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Seorang wanita dilaporkan meninggal dunia dan 25 orang lainnya terluka, menurut data terbaru. Tersangka utama, yang diidentifikasi sebagai Abdul Ballut (21), diduga merupakan pendukung kelompok ISIS, menurut laporan Bild.
Pihak berwenang keamanan setempat dilaporkan memiliki informasi cukup luas mengenai hubungan antara insiden tabrakan itu dengan kelompok radikal, serta keyakinannya terhadap ideologi keagamaan.
Menurut laporan surat kabar tersebut, Abdul Ballut pernah menjadi sorotan polisi terkait kasus-kasus yang melibatkan penganiayaan berat dan pemerasan.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Ballut merupakan warga negara Jerman keturunan Lebanon. Menurut surat kabar Die Welt, Ballut dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan remaja pada Mei lalu.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Komisi III: Perkuat deteksi dini terhadap potensi teror
Baca juga: BNPT sebut penanganan terorisme harus beradaptasi ke ruang digital
Baca juga: BNPT fokus bangun ketahanan masyarakat dari paparan paham radikal
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































