Kementan percayakan Unhas produksi drone senilai Rp11 miliar

1 hour ago 2
Pengembangan tahun depan akan kita optimalkan masuk ke tahap manufaktur

Makassar (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan kepercayaan kepada Universitas Hasanuddin untuk memproduksi inovasi teknologi pertanian Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD) senilai Rp11 miliar.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) dalam keterangannya di Makassar, Minggu, mengatakan inovasi teknologi pertanian yang kini mulai disebarluaskan secara nasional itu untuk mendukung modernisasi pertanian dan penguatan program swasembada pangan.

Dia menjelaskan, setiap unit USD telah melalui serangkaian pengujian untuk memastikan efektivitas penyemprotan maupun penaburan benih pada berbagai karakteristik lahan sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

Pada tahap awal, kata dia, sebanyak 50 unit USD disiapkan untuk didistribusikan ke 46 kabupaten/kota di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Distribusi tersebut menjadi langkah awal penyebarluasan inovasi Unhas agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh petani di berbagai daerah.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Inkubator dan Science Techno Park (STP) Unhas sekaligus pengembang USD Andi Amijoyo Mochtar, menjelaskan inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan teknologi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan petani terhadap sistem penaburan benih yang lebih efisien, presisi, dan mudah dioperasikan.

"Pengembangan tahun depan akan kita optimalkan masuk ke tahap manufaktur. Identitas drone ini adalah Unhas. Kami membangun komitmen bersama agar inovasi ini terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak," jelasnya.

Di balik penyebarluasannya secara nasional, USD merupakan hasil pengembangan teknologi yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan efisiensi budidaya padi.

Dilengkapi dengan tangki benih berkapasitas besar, alat ini dapat mencakup area tanam yang luas dengan pengoperasian yang sederhana dan otomatis. Sistem operasinya dirancang mudah digunakan dengan kontrol otomatis, sehingga petani dapat mengoperasikannya tanpa perlu pengetahuan teknis yang mendalam.

Ke depan, Unhas akan terus mengembangkan USD agar semakin luas dimanfaatkan di sektor pertanian nasional. Dalam proses hilirisasi tersebut, Unhas menggandeng PT Ener Sky Innovation sebagai mitra industri untuk mendukung pengembangan menuju tahap manufaktur dan memperkuat kapasitas produksi.

Baca juga: Mahasiswa Unhas kembangkan solusi sains atasi limbah popok

Baca juga: Unhas kembangkan Ayam Alope untuk ketahanan pangan

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |