Xpeng sedang dalam pembicaraan untuk beli pabrik Volkswagen di Eropa

5 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif asal China, Xpeng, diwartakan sedang dalam pembicaraan untuk membeli pabrik milik Volkswagen di Eropa.

Elvis Cheng selaku direktur pelaksana ​​​​​​​XPeng untuk wilayah Eropa timur laut mengungkapkan pembicaraan mengenai pabrik tersebut selama konferensi bertajuk Future of the Car yang diadakan oleh Financial Times.

Menurut siaran Arena EV pada Sabtu (16/5), ​​​​​​​Cheng dalam acara itu mengkonfirmasi bahwa perusahaan secara aktif berbicara dengan Volkswagen untuk mengamankan lokasi produksi fisik di benua Eropa. ​​​​​​​

Cheng mencatat bahwa beberapa pabrik Volkswagen "agak tua" dan mungkin tidak memenuhi persyaratan teknis ketat yang dibutuhkan untuk membangun kendaraan listrik modern yang canggih.

Kalau tidak berhasil mencapai kesepakatan yang tepat untuk mengakuisisi properti milik perusahaan otomotif Jerman yang sedang mengurangi kapasitas produksi itu, Xpeng siap membangun pabrik baru sepenuhnya dari awal.

Xpeng membutuhkan lebih banyak ruang untuk membangun kendaraan seiring dengan peningkatan penjualan mobilnya di pasar internasional.

Selama April 2026 perusahaan tersebut mengekspor 6.006 kendaraan, meningkat 28 persen dari bulan sebelumnya dan 62 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2025.

Dalam empat bulan pertama tahun 2026, perusahaan mengirim 17.563 kendaraan listrik ke luar negeri, meningkat 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan ini mendorong lini produksi perusahaan sampai ke batas maksimal.

Baca juga: Pendapatan Xpeng melonjak 87 persen lebih selama 2025

Xpeng sudah memiliki kontrak untuk memproduksi kendaraan di pabrik Magna Steyr di Graz, Austria, guna memenuhi permintaan konsumen Eropa.

Pabrik itu telah memproduksi SUV listrik G6 dan G9 sejak September 2025, dan para pekerja menyelesaikan produksi uji coba sedan listrik P7+ 2026 yang baru di sana pada Januari 2026.

Membangun mobil di Eropa memungkinkan perusahaan untuk menghindari tarif impor Uni Eropa yang tinggi untuk kendaraan listrik buatan China, yang dapat mencapai hingga 35,5 persen.

Baca juga: VW tutup pabrik di Jerman untuk pertama kalinya dalam 88 tahun

Xpeng bukan satu-satunya produsen kendaraan dari China yang berniat mengambil alih pabrik milik produsen Eropa.

Perusahaan pesaingnya, BYD juga mengupayakan kesepakatan dengan Stelantis dan perusahaan Eropa yang lain untuk mengambil alih jalur perakitan mereka yang kosong.

Selain itu, BYD sudah mulai membangun pabriknya di Hongaria, yang diharapkan bisa beroperasi tahun ini, bersamaan dengan pabrik senilai 1 miliar euro di Turki yang dijadwalkan dibuka pada akhir Desember.

Baca juga: BYD akan ambil alih pabrik tak terpakai di Eropa untuk genjot produksi

Baca juga: Wuling jadi pabrikan China pertama dengan produksi penuh di Indonesia

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |