Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melakukan pendataan dan kaji cepat terhadap enam desa yang dilanda banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam di Sampit, Sabtu (16/5) malam, mengatakan banjir yang terjadi sejak Kamis (14/5) di wilayah utara kabupaten ini masih merendam enam desa di wilayah yang merupakan hulu Sungai Mentaya tersebut, meski sebagian berangsur surut.
"Akibat kejadian ini ada 99 Kepala Keluarga (KK) dan 219 jiwa terdampak, tiga tempat ibadah, enam fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, 1.500 meter jalan desa/kabupaten, serta 154 rumah, terendam," katanya.
Hasil pendataan dan kaji cepat BPBD, enam desa yang terdampak banjir yakni Desa Sungai Hanya (Kecamatan Antang Kalang), Tumbang Mujan (Kecamatan Tualan Hulu), Tumbang Sangai (Kecamatan Telaga Antang), Bawan (Kecamatan Mentaya Hulu), Tanjung Jariangau (Kecamatan Mentaya Hulu), Kawan Baru (Kecamatan Mentaya Hulu).
Baca juga: BPBD Kotim lakukan koordinasi lintas sektor tanggulangi banjir
Data terbaru, luapan sungai juga mulai merendam sejumlah tempat di Kelurahan Kuala Kuayan (Kecamatan Mentaya Hulu) seperti di Jalan Pelangkong, ruas jalan Kuayan - Bawan, Kuayan - Sapiri, serta Gang Rawa Indah. Kedalaman air berkisar 25 - 75 cm di atas permukaan jalan.
Tim Reaksi Cepat BPBD terus melakukan pemantauan debit air dan berkoordinasi secara periodik dengan camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan sukarelawan di desa-desa bantaran sungai yang akan dilalui pergerakan banjir estafet.
BPBD juga mendorong kesiapsiagaan di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, dengan memfokuskan persiapan siaga darurat, karena biasanya desa ini diprediksi menjadi titik muara kumpulnya luapan air dalam beberapa hari ke depan.
Asesmen lanjutan area longsor, BPBD berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk melakukan kaji nilai kerusakan dan penanganan longsor di Desa Tumbang Mujam, yang pelaksanaannya dilakukan segera setelah genangan air surut.
Baca juga: BPBD pantau perkembangan banjir di wilayah selatan Kotim
Berdasarkan data masa lampau, kata Multazam, bencana banjir luapan di Sungai Mentaya akan estafet bergerak dari hulu ke hilir. Beberapa desa yang berada di bantaran sungai akan terdampak.
Secara periodik TRC BPBD akan melakukan koordinasi dengan para sukarelawan di beberapa desa yang akan terdampak. Pada 16 Mei 2026 (Dasarian II Mei 2026) air luapan sudah berada di Kecamatan Mentaya Hulu.
"Dalam beberapa hari ke depan, luapan ini akan mencapai titik akhir di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi. Berdasarkan data BMKG Stamet Haj8 Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur akan mulai memasuki penurunan curah hujan pada Dasarian III Mei 2026," kata Multazam.
Baca juga: Banjir kembali rendam empat desa di Kotawaringin Timur
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Norjani
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































