Wisatawan padati GWK lihat Festival Ogoh-Ogoh saat libur Lebaran

20 hours ago 7

Badung (ANTARA) - Ribuan wisatawan memadati objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Kabupaten Badung, Provinsi Bali untuk melihat Festival Ogoh-Ogoh pada libur panjang Lebaran 2025.

Direktur Operasional GWK Cultural Park Rossie Andriani di Badung, Rabu, mengatakan tingginya antusias wisatawan karena festival diadakan di waktu yang tepat, terutama dapat dinikmati wisatawan yang belum ke Bali saat pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi, pekan lalu.

“Hari ini saja tiket masuk ke area Festival Ogoh-Ogoh telah terjual lebih dari 10 ribu, mungkin juga bertepatan harinya dengan Lebaran sehingga libur panjang,“ kata dia.

Dibandingkan dengan hari biasa, pengelola melihat kenaikan jumlah kunjungan berkali lipat, di mana hari normal khususnya sejak Maret jumlah kunjungan rata-rata 3.000 orang per hari dan saat Natal dan tahun baru sekitar 8.000 kunjungan per hari.

Pada hari normal maupun libur Idul Fitri dibarengi Festival Ogoh-Ogoh ini, kunjungan wisatawan ke GWK 85 persen didominasi wisatawan domestik dan 15 persen mancanegara.

“Kemarin awal Maret sempat landai di mana-mana di Bali, baik domestik maupun asing turun, tapi tiga hari menjelang Idul Fitri itu sudah mulai naik, dan puncaknya hari ini,” ujar Rossie.

Untuk menjaga kunjungan di objek wisata ini, pengelola membiarkan 13 ogoh-ogoh tetap terpajang selama sebulan, meskipun atraksi dari pemuda pemudi banjar sambil mengarak ogoh-ogoh hanya dilakukan hari ini.

“Ogoh-ogoh dibiarkan di sini bisa dilihat sampai 10 Mei tapi kompetisinya hari ini, kunjungan wisatawan GWK pastinya seminggu ini akan tinggi karena masih masa liburan, tapi setelah itu saya rasa akan bergerak normal seperti biasa 3.500 kunjungan per hari menurut saya sudah kembali normal,” katanya.

Salah satu wisatawan domestik yang hadir di GWK bernama Indah Hayati (50) mengaku membeli tiket Rp50.000 untuk hadir pada festival itu.

Menurut wisatawan berasal dari Surabaya itu, ketika berwisata di Bali hal yang penting dicari adalah pantai dan atraksi budaya, sehingga berwisata ke objek yang menawarkan kegiatan budaya menjadi pilihan.

“Sengaja ke sini memang mau lihat ogoh-ogoh, kerenlah budayanya masih tetap dijaga dilestarikan dan ditampilkan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca juga: Polresta Denpasar kerahkan ratusan personel kawal pawai ogoh-ogoh

Baca juga: 8 tips tonton pawai ogoh-ogoh agar lebih seru dan aman di Bali

Baca juga: Mengenal seni ogoh-ogoh, tradisi sakral jelang Hari Nyepi

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |