Kigali, Rwanda (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sabtu (30/5), mendesak negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan dan menutup perbatasan setelah merebaknya Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda untuk mempertimbangkan kembali langkah tersebut.
Kanada dan Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan perjalanan serta penangguhan visa bagi penduduk dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan dengan alasan wabah tersebut.
Rwanda dan Uganda juga membatasi perjalanan dari Kongo. Kedua negara itu berbatasan langsung dengan Kongo. Warga negara asing yang pernah melakukan perjalanan melalui Kongo dalam 30 hari terakhir tidak diizinkan memasuki Rwanda.
Dalam konferensi pers di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah, Ghebreyesus mengatakan persatuan dan solidaritas merupakan senjata terbaik untuk melindungi diri dari epidemi Ebola. Menurutnya, pembatasan perjalanan dapat menghambat transparansi dalam pelaporan kasus.
Baca juga: MSF: Wabah Ebola di RD Kongo sangat mengkhawatirkan
Dia juga mendesak masyarakat setempat untuk tetap menjadi pusat dari upaya penanganan strain Bundibugyo Ebola, yang hingga kini belum ada vaksin maupun pengobatan yang disetujui untuk wabah itu.
"Kami tidak datang untuk memberi tahu masyarakat apa yang harus dilakukan. Kami datang untuk mendengarkan. Masyarakat memahami tantangan mereka sendiri dan solusi mereka sendiri. Peran kami adalah mendukung Anda dalam menerapkan solusi tersebut, bersama-sama," kata Ghebreyesus.
Sedikitnya 134 kasus terkonfirmasi telah dilaporkan dalam wabah yang sedang berlangsung di Kongo dan Uganda, menurut pembaruan WHO yang dirilis pada Jumat. Jumlah kematian akibat Ebola tercatat sebanyak 18 orang dari kasus-kasus terkonfirmasi di kedua negara tersebut.
Otoritas kesehatan Kongo menyatakan kasus suspek baru terus ditemukan, dengan jumlah kumulatif lebih dari 1.000 kasus yang tercatat sejak wabah Ebola diumumkan pada 15 Mei.
Strain Bundibugyo Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur Kongo, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: WHO soroti pentingnya deteksi dini di tengah kajian vaksin Ebola
Baca juga: WHO: Tingkat kematian Ebola Bundibugyo bisa capai 50 persen
Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































