Wamenpar: Shivaratri jadi ruang penguatan identitas Hindu Nusantara 

8 hours ago 1
Perayaan Shivaratri yang merupakan rangkaian Prambanan Shiva Festival ini juga merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan perayaan Mahashivaratri yang diselenggarakan umat Hindu di kompleks Candi Prambanan menjadi ruang pemujaan, wadah edukasi, toleransi, harmoni, dan penguatan identitas Hindu Nusantara.

"Perayaan Shivaratri yang merupakan rangkaian Prambanan Shiva Festival ini juga merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami dan dihormati," kata Ni Luh Puspa pada pembukaan Shivaratri di Lapangan Wisnu Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu sore.

Menurut dia, kegiatan Shivaratri yang merupakan agenda penutup dari rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026 ini sebagai sebuah harmonisasi antara pelestarian cagar budaya dan penguatan narasi kebangsaan melalui jalur spiritualitas.

"Ini juga membuktikan bahwa pariwisata dapat berjalan bersama dengan ritual dan tradisi keagamaan," katanya.

Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tanaya menekankan pentingnya makna Mahashivaratri bagi umat Hindu.

Kehadiran 33 Sulinggih dalam prosesi sakralisasi air suci menambah simbol penyatuan energi Nusantara.

"Prosesi Mahashivaratri ini adalah wujud nyata dari pembersihan jiwa secara kolektif. Air suci dari sembilan candi dan doa-doa para tokoh suci menjadi momentum untuk hadirkan kedamaian dan kejernihan pikiran bagi seluruh umat. Kami mengajak seluruh umat untuk merenung dan menyucikan diri di candi agung ini, mempererat persaudaraan tanpa sekat," katanya.

Direktur Utama InJourney Destination Management (Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko) Febrina Intan mengatakan bahwa Candi Prambanan sebagai episentrum Hindu Nusantara yang penuh makna.

Menurut dia, Candi Prambanan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Mahashivaratri perdana ini juga menjadi momentum "pulang ke rumah" bagi umat Hindu serta diharapkan turut mendukung peningkatan sakralitas Shivagrha sesuai dengan hakikat pembangunannya.

"Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kesakralan ini dibalut dalam semangat inklusivitas. Kami membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk mengagumi keagungan ini, menghadirkan ruang untuk menghargai tradisi kuno dan modern bertemu," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa kemegahan Candi Prambanan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan yang lebih harmonis dan terbuka bagi siapa saja.

Rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026 yang telah berlangsung satu bulan ini ditutup dengan perhelatan Mahashivaratri di Lapangan Wisnu, Taman Wisata Candi Prambanan dengan menghadirkan penyalaan 1.008 dipa (pelita) dan kumandang damaru (alat musik) yang melambangkan persatuan umat dalam doa, menciptakan atmosfer yang mendukung meditasi mendalam demi kedamaian dan kesejahteraan di dunia (Jagadhita).

Mahashivaratri merupakan salah satu hari suci terpenting bagi umat Hindu di seluruh dunia. Malam itu akan diperingati sebagai momen pemujaan kepada Dewa Shiva, Sang Pelebur, dan sumber kesadaran tertinggi dalam ajaran Hindu.

Baca juga: Wamenpar: Pariwisata ramah Muslim perkuat ekonomi syariah

Baca juga: Kemenpar dorong pariwisata berkualitas di Batam

Baca juga: Wamenpar sambut kedatangan wisman pertama tahun 2026 di Batam

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |