Vila atas laut Bontang Kuala penenang jiwa

3 hours ago 5
menghabiskan waktu di vila atas laut Bontang Kuala bukan sekadar urusan check-in dan berfoto untuk media sosial. Ini ialah perjalanan menyusuri lorong waktu ke tahun 1780-an, sebuah refleksi atas ketahanan Suku Bajau yang berevolusi menjadi masyaraka

Bontang (ANTARA) - Hakikat berwisata sejatinya merupakan upaya memulihkan jiwa dari padatnya rutinitas harian yang seolah tak pernah usai. Terlebih jika perjalanan itu dinikmati bersama orang-orang tercinta pada waktu yang dinanti, seperti suasana libur Lebaran kali ini.

Beragam destinasi menarik terbentang di Bumi Nusantara. Bagi masyarakat Kalimantan Timur, salah satu pilihan pelesiran yang memikat adalah bermalam di vila-vila di atas laut kawasan Bontang Kuala, Kota Bontang.

Bayangkan, terbangun oleh suara ritmis debur ombak yang menghantam tiang-tiang kayu ulin di bawah lantai kamar. Saat tirai jendela disibak, hamparan laut menyambut dengan pantulan cahaya keemasan matahari pagi yang menenangkan.

Udara pesisir nan segar perlahan memenuhi paru-paru, membawa pergi sisa-sisa penat dari kesibukan harian.

Bagi mereka yang mencari suaka dari stres dan kelelahan mental, deretan vila di atas laut Bontang Kuala menawarkan terapi yang melegakan.

Terletak di Bontang Timur, Kalimantan Timur, permukiman terapung ini telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar desa wisata. Ini lebih dari sebuah ruang penenang di mana alam, sejarah, dan kearifan lokal berpadu dalam satu harmoni.

Daya tarik Bontang Kuala terpusat pada ribuan deretan permukiman terapung dan gugusan puluhan penginapan atas laut yang berdiri di atas perairan dangkal.

Bangunan-bangunan ini tidak mengkhianati lanskap aslinya; ini dibangun dengan konstruksi kayu ulin khas Kalimantan yang terkenal tangguh melawan korosi air laut. Menginap di vila-vila ini memberikan pengalaman unik.

Jafar, Ketua Adat Bontang Kuala menuturkan bahwa geliat pariwisata ini berjalan beriringan dengan ketaatan pada aturan. Vila-vila yang mengapung tersebut merupakan investasi yang dimiliki oleh perpaduan penduduk lokal dan investor dari luar daerah.

"Mereka semua taat aturan, membayar pajak daerah dan juga retribusi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan," jelas Jafar.

Kepatuhan ini memastikan bahwa pesona wisata Bontang Kuala tidak menjadi eksploitasi yang merusak tatanan lingkungan.

Bukan tanpa alasan vila-vila ini selalu diburu pengunjung. Untuk reservasi pun harus jauh-jauh hari, minimal 15 hari sebelum waktu menginap. Bahkan untuk momen Lebaran, harus dipesan sebulan sebelumnya. Hal menarik, vila ini menyediakan kolam yang dinetralkan dengan jaring agar mandi di lautan lebih aman dan menyenangkan.

Halimah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bontang Kuala, mencatat betapa masif gelombang manusia yang berkunjung di kampung ini.

Para pelancong menikmati keseruan berenang pada kolam laut yang dijaring dari sisi vila tengah laut di kawasan Bontang Kuala, Kota Bontang, Kalimantan Timur. ANTARA/Ahmad Rifandi.

Pada musim libur panjang, terutama saat Lebaran atau akhir pekan, kunjungan bisa tembus hingga 1.500 orang per hari.

Mereka datang bukan sekadar untuk singgah, melainkan membuang kepenatan, menikmati hamparan laut, menginap di villa tengah laut dangkal, hingga menyelami keindahan bawah air lewat aktivitas snorkeling.

Baca juga: Gubernur Kaltim ajak komisi VI DPR RI wisata susur sungai mahakam

Baca juga: Mendes dorong desa Kaltim sulap danau bekas tambang jadi tujuan wisata

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |