Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) Solforto Co Ltd, yang difokuskan pada penguatan perikanan budi daya, khususnya rumput laut berkelanjutan.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis, mengatakan rumput laut merupakan komoditas strategis yang memiliki peran besar dalam memperkuat ekonomi nasional, mendorong industri berbasis maritim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, agar mampu tumbuh lebih inovatif dan berdaya saing.
“Rumput laut memiliki potensi besar bagi masa depan Indonesia. Melalui kerja sama ini kami ingin menghadirkan riset, inovasi, dan teknologi yang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan rumput laut dunia,” ujarnya.
Baca juga: RI bangun pusat riset rumput laut di kawasan Teluk Ekas Lombok
Adapun bidang utama kerja sama meliputi pengembangan rumput laut berkelanjutan, ilmu akuakultur, hingga bioteknologi kelautan. Bidang tersebut dinilai memiliki prospek besar dalam meningkatkan produktivitas, mutu hasil budi daya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya laut.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang luas bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, melalui program mobilitas akademik.
Skema yang disiapkan mencakup pertukaran mahasiswa untuk magang dan pelatihan riset, serta pertukaran tenaga ahli guna memperkuat kapasitas keilmuan kedua institusi.
Baca juga: KKP: Rumput laut diminati investor di Investment and Business Matching
Pada kesempatan yang sama, pihak Solforto menyampaikan Indonesia dan Korea Selatan telah lama menjalin hubungan erat dalam mendukung pengembangan sektor perikanan melalui modernisasi fasilitas serta penguatan infrastruktur.
Selain penandatanganan MoU, Unhas juga menerima kunjungan National Institute of Fisheries Science (NIFS) Korea dalam program Fasilitasi Pembudidaya Rumput Laut Maluku Tenggara. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Korea melalui skema Official Development Assistance (ODA).
Kegiatan dilaksanakan di Kota Makassar dan Kabupaten Takalar. Unhas menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk pembelajaran pengembangan rumput laut berbasis riset, inovasi teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Ekspor Sulsel didominasi rumput laut
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































