Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kao Kim Hourn menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan dan relevansi ASEAN saat merayakan Hari ASEAN ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu.
"Pada Hari ASEAN ke-59 ini, kita tidak hanya merayakan apa yang telah dicapai ASEAN, tetapi juga kepercayaan dan keyakinan bahwa dengan terus bekerja sama, komunitas kita akan tetap relevan, tangguh, damai, dan stabil untuk generasi mendatang," kata Kao Kim Hourn dalam sambutannya pada perayaan Hari ASEAN di Jakarta, Sabtu.
Kao Kim Hourn mengatakan perdamaian dan stabilitas ASEAN, serta keyakinan dan kepercayaan di antara negara-negara anggota, sangat penting untuk mengatasi perbedaan, tantangan, dan hambatan di antara anggota ASEAN.
Saat merayakan Hari ASEAN ke-59, untuk pertama kali, Sekjen menyambut Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN dan menegasi inklusivitas ASEAN sebagai sebuah komunitas.
"Bergabungnya Timor-Leste menandai akumulasi kemitraan, kemajuan, dan persiapan selama bertahun-tahun, sekaligus mencerminkan kepercayaan ASEAN bahwa komunitas kita akan lebih kuat ketika menjadi lebih inklusif," katanya. Sekjen menantikan kontribusi dan partisipasi penuh Timor-Leste dalam kerja ASEAN.
Perayaan ke-59 tahun ASEAN juga menandai peringatan 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC).
Menurutnya, selama lima dekade, perjanjian tersebut telah memberikan landasan yang kokoh bagi hubungan antarnegara di kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati, menghormati kedaulatan nasional dan integritas wilayah, menyelesaikan sengketa secara damai, menolak ancaman dan penggunaan kekerasan, serta mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Prinsip-prinsip tersebut telah memandu arah kebijakan di kawasan selama beberapa dekade di tengah pergeseran geopolitik dan fragmentasi ekonomi.
"Prinsip-prinsip ini telah memungkinkan ASEAN untuk menjaga perdamaian, membangun kepercayaan, dan mempertahankan stabilitas yang telah menopang pertumbuhan luar biasa kawasan kita," kata Kao Kim Hourn.
Prinsip-prinsip tersebut juga penting di tengah gejolak dunia yang tidak dapat diprediksi dan konflik di luar kawasan yang telah mengganggu jalur perdagangan, menaikkan harga pangan dan energi, serta menambah ketidakpastian terhadap ekonomi global.
Saat ini, banyak negara anggota ASEAN terus merasakan tekanan akibat persaingan strategis serta perubahan pola perdagangan dan investasi yang membentuk kembali rantai pasokan global, sehingga menciptakan tantangan dan peluang baru.
Hal itu mengingatkan ASEAN bahwa kemakmuran di kawasan sangat berkaitan erat dengan perkembangan yang terjadi di luar kawasan. Perubahan iklim juga menghadirkan tantangan yang sama mendesaknya.
Lebih lanjut, Sekjen mengatakan bahwa di seluruh Asia Tenggara, masyarakat mengalami banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem yang lebih sering terjadi dan peristiwa itu mengancam rumah dan mata pencaharian, mengganggu pertanian dan ketahanan pangan, serta menguji ketahanan masyarakat dan perekonomian di kawasan.
"Yang terpenting, kejadian tersebut mengingatkan bahwa kesejahteraan rakyat kita semakin dibentuk oleh tantangan yang tidak dapat dihadapi oleh satu negara saja. Hal yang sama berlaku untuk banyak isu lain," katanya.
Baca juga: PM Thailand dorong pendekatan bertahap ASEAN untuk krisis Myanmar
Baca juga: El Nino menguat, Asia Tenggara bersiap hadapi cuaca panas dan kering
Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































