Ukraina harap Turki bersedia jadi tuan rumah perundingan dengan Rusia

7 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Menlu Ukraina Andrii Sybiha mengatakan pihaknya berharap Turki bersedia mempertimbangkan untuk menyelenggarakan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dengan kemungkinan dihadiri Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Kami telah menghubungi Turki untuk mempertimbangkan penyelenggaraan pertemuan Zelenskyy dan Putin, dengan kemungkinan dihadiri Presiden Erdogan dan Presiden Trump. Kami siap untuk pertemuan tersebut," kata Sybiha dalam wawancara dengan Kantor Berita Ukrinform, Minggu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan mengatakan pihaknya siap menyelenggarakan pertemuan untuk negosiasi tentang Ukraina, baik di tingkat teknis maupun di tingkat tertinggi.

"Dalam kontak antara presiden kami dan Bapak Putin serta Zelenskyy, yang terhormat, kesediaan Turki untuk menyelenggarakan pembicaraan termasuk di tingkat tertinggi telah disampaikan. Namun, situasi di sini tidak hanya bergantung pada keinginan kami, tetapi juga pada kemauan semua pihak yang terlibat," kata Fidan dalam konferensi pers.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, pada 15 Maret lalu, mengatakan bahwa pembicaraan tentang Ukraina telah ditangguhkan karena Amerika Serikat sedang fokus pada isu-isu lain. Peskov mencatat bahwa Rusia sedang menunggu pembicaraan terbaru, meskipun waktu dan lokasinya belum ditentukan.

Sejak awal tahun, delegasi Rusia dan Ukraina, dengan keikutsertaan Amerika Serikat, telah menggelar tiga kali pembicaraan. Terakhir, pembicaraan itu berlangsung di Jenewa pada 17-18 Februari.

Sputnik: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Menlu Rusia: Proses perdamaian Ukraina kurang inisiatif konkret

Baca juga: Ankara berharap jeda perundingan AS-Rusia-Ukraina singkat

Baca juga: Italia desak China perkuat peran akhiri perang Ukraina

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |