Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perundingan yang bersahabat sedang berlangsung antara AS dengan Iran.
"Kami memukul mereka dengan keras, tetapi kami akan melihat bagaimana akhirnya. Saat ini, mereka terlibat dalam perundingan yang sangat bersahabat," kata Trump dalam pidatonya di Milford, Michigan, Senin (27/7).
Trump menambahkan Iran telah meminta kepada AS agar blokade laut Amerika terhadap Iran segera dicabut.
Menurut laporan Axios pada Sabtu (25/7), mengutip sumber, Trump menginstruksikan penangguhan serangan lanjutan terhadap Iran, sehingga mengakhiri serangan yang sudah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.
Sebelumnya, Senin (27/7), Trump mengatakan Iran telah mengajukan pertemuan dengan AS. Menurut Trump, apabila kesepakatan dengan Iran gagal tercapai, maka AS dapat memulai kembali operasi militernya.
Baca juga: Trump sebut ada peluang bagus capai kesepakatan dengan Iran
Pada 18 Juni lalu, AS dan Iran telah menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari. Akan tetapi, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.
Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran pun merespons serangan AS dengan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan menyusul terjadinya saling serang antara pihak berkonflik.
Keesokan harinya, Presiden Trump mengatakan bahwa AS akan menjadi "pelindung" Selat Hormuz, sembari mengumumkan dimulainya kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Iran sebut telah panggil Dubes Prancis soal "campuri" urusan domestik
Baca juga: Menlu Iran sebut tak akan biarkan AS tentukan bagaimana akhir perang
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































