Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (24/3), mengeklaim bahwa negosiasi antara AS dan Iran masih berlanjut, meskipun Teheran membantah adanya perundingan langsung maupun tidak langsung di antara kedua pihak.
Trump menyebut Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner, terlibat dalam perundingan dengan Iran.
Kepada kepada awak media di Gedung Putih, Trump juga menambahkan bahwa Teheran ingin "membuat kesepakatan".
"Mereka berdiskusi dengan kami dan apa yang mereka sampaikan masuk akal," kata Trump, ketika ditanya apa yang membuatnya mempertimbangkan diplomasi dengan Iran.
Trump juga mengatakan bahwa Iran telah memberi "hadiah yang sangat besar, bernilai tinggi" kepada Washington, tetapi menolak untuk membeberkan apa tepatnya hadiah itu.
"Mereka memberikannya kepada kami, dan mereka bilang akan memberikannya, jadi bagi saya itu berarti satu hal yaitu kami sedang berurusan dengan orang-orang yang tepat. Hadiah tersebut berkaitan dengan minyak dan gas, berkaitan dengan aliran ke selat," tutur dia, seraya merujuk pada Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat penting bagi transportasi minyak dunia.
Sementara itu, mengutip dari sumber Iran, CNN melaporkan upaya negosiasi telah dilakukan antara Washington dan Teheran. Iran, CNN melanjutkan, bersedia mendengarkan usulan-usulan "berkelanjutan" untuk mengakhiri perang.
Pada Senin (23/3), Trump mengatakan Washington telah mencapai "poin-poin kesepakatan utama" dengan Iran dalam perundingan akhir pekan lalu, tetapi menolak menyebutkan nama negosiator Iran yang berunding dengan AS, seraya menyebutkan bahwa Washington telah berbicara dengan "seorang tokoh penting" di Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran, Senin (23/3), membantah telah melakukan negosiasi dengan AS, menurut laporan kantor berita resmi negara tersebut, IRNA.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































