Guangzhou (ANTARA) - Pembangunan bandar udara (bandara) baru di Provinsi Guangdong, China selatan, resmi dimulai pada Rabu, yang menambah satu pusat aviasi baru di Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area/GBA) Guangdong-Hong Kong-Makau.
Infrastruktur anyar itu adalah Bandara Pusat Delta Sungai Mutiara (Guangzhou Baru) yang terletak di Distrik Gaoming, Kota Foshan, tepat di pusat geografis antara kota Foshan, Zhaoqing, Jiangmen, dan Yunfu. Bandara tersebut diharapkan dapat melayani populasi lebih dari 20 juta jiwa secara langsung.
Dengan total investasi senilai 41,81 miliar yuan (satu uan = Rp2.465), proyek itu akan mencakup dua landasan pacu paralel dengan jarak yang lebar, sebuah gedung terminal yang menempati luas lahan sekitar 260.000 meter persegi, dan 94 apron pesawat.
Secara tahunan, bandara tersebut dirancang untuk menangani throughput penumpang hingga 30 juta, throughput kargo dan pos 500.000 ton, serta 260.000 pergerakan lepas landas dan pendaratan pesawat.
Seorang pejabat Otoritas Bandar Udara Guangdong mengatakan, bandara-bandara transportasi yang saat ini beroperasi di GBA Guangdong-Hong Kong-Makau sebagian besar terletak di bagian timur Delta Sungai Mutiara. Oleh karena itu, andara baru tersebut akan berfungsi sebagai pusat transportasi untuk bagian barat GBA.
Pada 2024, produk domestik bruto (PDB) GBA Guangdong-Hong Kong-Makau melampaui Kawasan Teluk New York dan Kawasan Teluk San Francisco, menempatkannya di antara kawasan-kawasan teluk terkemuka di dunia. Output ekonomi GBA itu diperkirakan akan melampaui 15 triliun yuan pada 2025.
Bandara-bandara di GBA Guangdong-Hong Kong-Makau dilaporkan melaporkan kinerja luar biasa pada 2025, menangani lebih dari 230 juta perjalanan penumpang dan sekitar 9,72 juta ton kargo dan pos.
Data itu mengukuhkan status kawasan itu sebagai salah satu klaster pusat penerbangan terkemuka di dunia, menurut data operasional yang dirilis oleh tujuh bandara utama di kawasan tersebut.
Airports Council International memproyeksikan bahwa permintaan penumpang udara di GBA Guangdong-Hong Kong-Makau akan meningkat menjadi 420 juta pada 2035 mendatang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































