Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin mengklarifikasi rincian transfer uranium Iran, yang telah diperkaya, ke pihak Washington serta redaksi klausul mengenai pembukaan Selat Hormuz dalam draf nota kesepahaman dengan Iran.
Menurut laporan Axios, dengan mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Trump dan sumber yang mengetahui masalah tersebut, Presiden Trump berjanji akan mengambil keputusan final terkait situasi dengan Iran. Namun, media Amerika itu kemudian melaporkan belum ada kesepahaman akhir yang tercapai.
Trump menggelar pengarahan intelijen di Washington pada Jumat pagi (29/5). Pada Minggu, The New York Times menyatakan Trump mengajukan syarat lebih ketat untuk kesepakatan yang mungkin tercapai guna mengakhiri konflik dengan Iran dan telah menyampaikan proposal baru kepada Teheran.
Baca juga: Iran tak berencana pindahkan uranium pengayaan tinggi ke negara lain
Masih menurut Axios, rancangan kesepakatan tersebut saat ini mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Berdasarkan kesepakatan itu, para pihak akan memiliki waktu 60 hari untuk mencapai perjanjian mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS. Pokok pembahasan utama adalah persediaan uranium Iran yang telah diperkaya serta pembatasan terhadap pengayaan lebih lanjut.
Bagian itulah yang ingin diubah Trump.
"Yang diinginkan adalah rincian yang lebih spesifik mengenai bagaimana AS menerima material tersebut (uranium yang diperkaya) dan kapan proses itu dilakukan," kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada media tersebut.
Baca juga: Trump keberatan jika Rusia atau China yang simpan uranium Iran
Menurut sumber lain, Gedung Putih juga ingin merevisi klausul mengenai pembukaan Selat Hormuz. Trump diberi tahu bahwa pihak Iran akan menyampaikan tanggapan dalam waktu sekitar tiga hari, menurut laporan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
Meskipun tidak ada pengumuman mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Trump paparkan opsi hancurkan uranium yang telah diperkaya milik Iran
Baca juga: Trump: Uranium Iran diserahkan kepada AS atau dimusnahkan
Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































