Jakarta (ANTARA) - Pameran agrowisata Taiwan bertajuk "Taiwan Leisure Farm Fair 2026" resmi digelar di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara, pada 22-24 Mei 2026, dengan mengusung konsep wisata pedesaan modern bertema “Farm Stay, Fun Stay”.
Ajang yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua itu menghadirkan promosi wisata berbasis alam dan keberlanjutan yang mengedepankan tren slow travel, healing, serta pengalaman wisata pedesaan.
Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia Trust H. J. Lin di sela-sela pameran itu, Sabtu, mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial bagi pengembangan wisata pedesaan Taiwan karena didukung populasi besar dan minat generasi muda terhadap perjalanan wisata.
"Kami melihat tren wisata saat ini mulai bergeser ke arah slow living, deep travel, dan pengalaman yang lebih dekat dengan alam. Taiwan ingin menawarkan pengalaman tersebut melalui konsep leisure farm,” katanya.
Dia mengatakan Taiwan tidak hanya menawarkan wisata perkotaan, tetapi juga pengalaman menginap di kawasan pedesaan, perkebunan teh, taman bunga, serta peternakan wisata yang mengedepankan keberlanjutan dan budaya lokal.
Menurut dia, jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi kawasan agrowisata Taiwan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"Tahun lalu, sekitar 40 ribu wisatawan datang ke agrowisata Taiwan. Tahun ini, kami berharap bisa naik dua kali lipat menjadi sekitar 80 ribu sampai 90 ribu wisatawan," ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Taiwan bidik wisatawan RI yang gemar liburan keluarga
Ia menilai agrowisata menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan budaya lokal Taiwan kepada wisatawan Indonesia.
“Di sana, mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mengenal budaya lokal Taiwan,” katanya.
Pameran tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Pedesaan dan Konservasi Tanah dan Air Kementerian Pertanian Taiwan bersama dengan Taiwan Leisure Farm Development Association.
Pameran itu menghadirkan tujuh perkebunan wisata unggulan Taiwan, tiga maskapai penerbangan nasional, serta 10 agen perjalanan asal Indonesia yang menawarkan lebih dari 30 paket wisata tematik.
Area pameran dibagi ke dalam empat zona utama, yakni wisata berkelanjutan, wisata memetik buah, wisata bunga, dan wisata teh Taiwan.
Selain pameran wisata, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti membuat bantal aroma teh, lilin aroma bunga, workshop seni khas Taiwan, permainan tradisional Taiwan, serta undian berhadiah tiket pesawat pulang-pergi ke Taiwan.
Trust Lin menambahkan Taiwan juga terus meningkatkan fasilitas ramah Muslim untuk menjangkau lebih banyak wisatawan Indonesia.
"Kami memahami mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim. Karena itu, pelaku industri pariwisata Taiwan terus memperkuat layanan Muslim-friendly, mulai dari kuliner halal hingga fasilitas penginapan," ungkap dia.
Dia pun berharap ajang tersebut dapat mempererat hubungan pariwisata Indonesia dan Taiwan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor wisata berbasis pedesaan.
Baca juga: KDEI: UMKM RI di Taiwan bukukan potensi transaksi Rp5,98 miliar
Baca juga: Kemendag: Importir Taiwan borong sabun UMKM RI senilai Rp4 miliar
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































