Stretch mark setelah melahirkan bisa hilang? Ini cara menguranginya

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Stretch mark setelah melahirkan merupakan perubahan kulit yang umum terjadi. Meski tidak berbahaya, garis-garis pada kulit ini dapat membuat sebagian ibu merasa kurang percaya diri dan ingin mengurangi tampilannya.

Stretch mark atau striae gravidarum muncul ketika lapisan kulit mengalami peregangan, terutama selama kehamilan. Kondisi ini dapat terlihat sebagai garis berwarna merah, merah muda, ungu, cokelat, hingga putih dan biasanya muncul di perut, payudara, paha, pinggul atau bokong. Sekitar delapan dari 10 perempuan hamil dapat mengalaminya.

Setelah persalinan, stretch mark biasanya perlahan memudar dan menjadi lebih samar. Namun, garis tersebut umumnya tidak hilang sepenuhnya.

Lantas, bagaimana cara mengurangi stretch mark setelah melahirkan? Berikut penjelasannya, merangkum dari sejumlah sumber.

1. Berikan waktu kulit untuk memudar

Langkah pertama adalah tidak terburu-buru mencari produk yang mengklaim dapat menghilangkan stretch mark secara permanen.

Stretch mark dapat menjadi lebih pucat dengan sendirinya seiring waktu. Karena itu, perawatan setelah melahirkan lebih realistis diarahkan untuk membuat tampilannya semakin samar, bukan menghilangkannya secara total.

2. Gunakan pelembap untuk menjaga kondisi kulit

Pelembap dapat digunakan untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan nyaman, terutama jika kulit terasa kering atau gatal.

Namun, perlu diketahui bahwa klaim sejumlah krim atau minyak yang disebut mampu menghilangkan stretch mark belum didukung bukti kuat. NHS menyebut bukti mengenai efektivitas krim dan losion untuk mencegah atau menghilangkan stretch mark masih sangat terbatas.

Baca juga: "Stretch mark" bisa dicegah sejak awal kehamilan

3. Pertimbangkan tretinoin untuk stretch mark baru

Tretinoin, turunan vitamin A yang tersedia sebagai obat oles, menjadi salah satu bahan yang telah diteliti untuk menangani stretch mark yang masih relatif baru.

Kajian sistematis terbaru yang terbit pada 2026 menemukan tretinoin 0,1 persen dan asam glikolat menunjukkan perbaikan klinis, terutama pada stretch mark yang masih baru. Namun, bukti penelitian mengenai terapi stretch mark secara keseluruhan masih beragam.

Penting: tretinoin tidak boleh digunakan sembarangan. Ibu yang sedang hamil tidak dianjurkan menggunakan retinoid topikal karena berpotensi membahayakan janin. Setelah melahirkan, penggunaan obat tersebut juga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama bagi ibu yang sedang menyusui.

4. Konsultasikan perawatan laser

Jika stretch mark cukup mengganggu, dokter kulit dapat menawarkan prosedur berbasis energi seperti laser.

Sejumlah penelitian menunjukkan laser dapat membantu memperbaiki tampilan stretch mark. Kajian sistematis terbaru juga menemukan laser dan perangkat berbasis energi termasuk terapi yang paling banyak diteliti untuk kondisi tersebut. Namun, efektivitas dapat berbeda tergantung jenis dan usia stretch mark.

Perawatan laser sebaiknya dilakukan oleh dokter yang kompeten karena jenis perangkat, pengaturan energi dan karakteristik kulit perlu dipertimbangkan.

5. Microdermabrasion

Microdermabrasion merupakan prosedur yang mengangkat lapisan tipis permukaan kulit. NHS mencantumkannya sebagai salah satu prosedur yang dapat membantu membuat stretch mark terlihat lebih baik.

Namun, prosedur ini tidak menjamin stretch mark hilang sepenuhnya.

Baca juga: Cara Eriska Rein atasi "stretch mark" saat hamil

6. Microneedling atau radiofrequency

Teknologi seperti microneedling dan radiofrequency juga menjadi pilihan yang diteliti untuk memperbaiki tampilan stretch mark.

Kajian terbaru menemukan radiofrequency dengan microneedles menunjukkan hasil yang menjanjikan. Meski demikian, peneliti menekankan bahwa belum ada satu terapi yang dapat ditetapkan sebagai pilihan terbaik untuk seluruh pasien.

7. Jangan mudah percaya krim penghilang stretch mark

Produk perawatan kulit yang mengklaim dapat menghilangkan stretch mark secara permanen perlu disikapi dengan hati-hati.

Stretch mark merupakan perubahan pada lapisan kulit yang lebih dalam sehingga penggunaan pelembap biasa tidak serta-merta menghapusnya. NHS menyatakan banyak produk mengklaim dapat menghilangkan stretch mark, tetapi bukti efektivitasnya masih sangat terbatas.

Apakah stretch mark bisa hilang total?

Sampai saat ini, tidak ada metode yang menjamin stretch mark hilang seluruhnya. Berbagai perawatan lebih ditujukan untuk mengurangi warna, tekstur atau membuat garis tersebut menjadi kurang terlihat.

Hasil perawatan juga dapat berbeda pada setiap orang. Jenis stretch mark, usia munculnya garis, warna kulit serta kondisi kulit dapat memengaruhi hasil.

Karena itu, ibu yang ingin melakukan perawatan setelah melahirkan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu, terutama sebelum menggunakan obat oles seperti tretinoin atau menjalani prosedur laser dan microneedling.

Yang juga penting, stretch mark setelah kehamilan merupakan kondisi yang umum dan bukan tanda bahwa seseorang gagal menjaga kesehatan kulit. Seiring waktu, garis tersebut biasanya akan semakin samar meskipun tidak selalu menghilang sepenuhnya.

Baca juga: Perawatan kulit aman untuk ibu hamil agar terhindar dari stretch mark

Baca juga: 7 masalah kulit yang sering muncul akibat kelebihan berat badan

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |