SLB Negeri Purwosari Kudus terima dana revitalisasi Rp1,45 miliar

4 hours ago 2

Kudus (ANTARA) - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan dana revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp1,45 miliar guna penambahan ruang kelas dan toilet.

"Dari anggaran sebesar itu, nantinya untuk membangun tiga ruang kelas baru dan toilet," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,Abdul Mu'ti ditemui usai peletakan batu pertama di SLB Negeri Purwosari Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat.

Mendikdasmen mengungkapkan pembangunannya sudah dimulai, sedangkan target pengerjaan bisa rampung pada Desember 2026.

Selain melakukan peletakan batu pertama, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan buku bacaan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

"Ada audiobook, visual book, buku braille, dan juga bahan-bahan bacaan yang lainnya untuk anak-anak di SLB Negeri Purwosari," ujarnya.

​Abdul Mu'ti juga sempat berdialog dengan para siswa yang tengah asyik membaca buku braille.

"Mereka menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dan sangat menikmati bahan bacaan yang diberikan. Kebetulan pagi hari kami lepas pendistribusian 5,54 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah sinergikan keluarga dan sekolah bangun generasi berkualitas

Sementara sesuai permintaan Kepala SLB Purwosari, kata dia, sudah menjadi komitmen Presiden RI, Panel Interaktif Digital (PID atau Interactive Flat Panel) yang selama ini baru satu untuk masing-masing satuan pendidikan, nantinya akan ditambah tiga per satuan pendidikan.

Ia melihat secara langsung bagaimana PID juga dapat dimanfaatkan dengan sangat baik oleh anak-anak yang berkebutuhan khusus, bahkan gurunya juga kreatif menciptakan media pembelajaran sendiri dengan teknologi kecerdasan buatan (aritficial inteligence/AI).

​Kepala SLB Negeri Purwosari Edi S. Jito membenarkan mendapatkan bantuan dana revitalisasi sekolah sebesar Rp1,45 miliar yang digunakan untuk pembangunan ruang yang nantinya difungsikan sebagai ruang serba guna, baik untuk pembelajaran maupun aktivitas kegiatan belajar dan mengajar lainnya, serta untuk pembangunan toilet.

Jumlah ruang kelas yang dimiliki, kata dia, memang belum memadai, karena idealnya perlu ada penambahan 12 kelas untuk pembelajaran 240 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Ia juga berterima kasih kepada Bupati Kudus Sam'ani Intakoris yang bersedia menghibahkan lahan di sisi utara SLB Negeri Purwosari untuk pengembangan sekolah.

"Kendala yang kami hadapi selama ini, soal ketersediaan lahan. Sedangkan lahan sekolah sangat terbatas dan tidak bisa pengembangan. Namun adanya tambahan lahan hibah dari Pemkab Kudus nantinya bisa untuk penambahan tiga ruang kelas baru," ujarnya.

Baca juga: Wamendikdasmen targetkan pembangunan SNT Banyumas dimulai Oktober

Baca juga: Mendikdasmen ajak guru cintai murid-jadi pembelajar sepanjang hayat

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |