Jakarta (ANTARA) - Shopee mencatat sejumlah tren baru selama kampanye Big Ramadan Sale 2026, mulai dari meningkatnya aktivitas interaktif berbasis gim hingga lonjakan minat masyarakat terhadap fesyen muslim modern menjelang Idulfitri.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia Adi Rahardja mengatakan kampanye tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang berburu promo, tetapi juga berkembang sebagai ruang rekreasi digital sekaligus pendamping aktivitas ibadah selama Ramadan.
“Kami melihat antusiasme luar biasa yang menciptakan rutinitas baru dalam pemenuhan berbagai kebutuhan. Masyarakat kini mencari keseimbangan antara persiapan penampilan dan aktivitas digital yang menyenangkan selama Ramadan,” ujar Adi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Baca juga: Simak strategi dagang yang dapat diterapkan UMKM di masa endemi
Baca juga: Tren perilaku konsumen yang bisa diadaptasi pelaku bisnis di tahun ini
Shopee merangkum lima tren utama yang mewarnai perilaku pengguna selama periode kampanye tahun ini.
Pertama, meningkatnya penggunaan fitur interaktif dan gamifikasi sebagai rutinitas baru. Gim dalam aplikasi seperti “Beduk Berkah” tercatat dimainkan sebanyak 26,5 juta kali, dengan waktu favorit pengguna pada pukul 04.00 WIB saat sahur. Selain itu, fitur berbasis kecerdasan buatan “NegoNeko” mencatat hingga 280 juta sesi interaksi, menunjukkan tingginya minat pengguna terhadap pengalaman belanja yang lebih interaktif.
Kedua, tren peningkatan pencarian produk fesyen muslim. Shopee mencatat pencarian dengan kata kunci “baju Lebaran” meningkat hingga tiga kali lipat. Produk seperti hijab pashmina, gamis brokat, rok satin, baju koko, hingga sarimbit keluarga menjadi pilihan utama pengguna, mencerminkan kecenderungan gaya yang lebih modern namun tetap mengedepankan kesantunan.
Ketiga, perubahan pola belanja yang memanfaatkan waktu sahur. Pada puncak kampanye, penjualan kategori makanan dan minuman di waktu sahur meningkat lebih dari 13 kali lipat dibandingkan hari biasa. Produk seperti minyak goreng, mi instan, dan sabun cuci piring menjadi barang yang paling banyak dibeli.
Keempat, tingginya aktivitas belanja fesyen di daerah. Warga di Sidoarjo dan Karawang tercatat sebagai yang paling aktif bertransaksi produk fesyen muslim selama kampanye berlangsung.
Kelima, meningkatnya popularitas fitur siaran langsung. Program Shopee Live Superstar bertajuk “Mega Bintang Banting Harga” menghadirkan sejumlah figur publik seperti Jordi Onsu, Ria Ricis, Louisse Scarlett, dan Ibnu Wardani. Salah satu sesi mencatat peningkatan jumlah penonton hingga 21 kali lipat dibandingkan hari biasa, disertai jutaan interaksi di kolom percakapan langsung.
Adi menambahkan tren tersebut menunjukkan bahwa ekosistem digital mampu memberikan dampak positif terhadap dinamika gaya hidup masyarakat, termasuk dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar dapat mendukung setiap momen berharga masyarakat Indonesia,” katanya.
Kampanye Shopee Big Ramadan Sale 2026 berlangsung hingga 22 Maret 2026 dengan berbagai promo, antara lain Beduk Berkah 10M, Gebyar Ramadan Serba Rp1, dan Kejar Voucher 50 persen.
Baca juga: Asosiasi sebut e-commerce perlu berinovasi hadapi tren belanja baru
Baca juga: Pedagang parsel Cikini tak gentar bersaing dengan tren belanja online
Baca juga: Tokopedia catat kategori fashion konsisten populer di semester I 2024
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































