Padang (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengirim personel ke wilayah Solok untuk menangani bencana banjir bandang di kabupaten tersebut yang terjadi pada Senin (21/9) malam.
"Setelah mendapatkan informasi bencana alam di Solok, tim langsung diberangkatkan ke Solok Senin malam ini," kata Kepala SAR Padang Abdul Malik di Padang, Selasa.
Ia mengatakan tim yang diberangkatkan fokus untuk melakukan penanganan awal dan melakukan proses evakuasi seandainya dibutuhkan.
Sampai Senin (21/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB, Kantor SAR belum mendapatkan data tentang korban jiwa atau yang hilang akibat bencana yang terjadi di Solok sekitar pukul 20.00 WIB itu.
Baca juga: SAR Padang kerahkan personel evakuasi warga terjebak banjir
Kepala SAR mengatakan personel sengaja dikirim dari Padang karena menjadi titik yang terdekat dari lokasi bencana, sementara di Kabupaten Solok belum terdapat Pos SAR
"Personel SAR Padang yang telah dikirim ke Solok akan langsung melakukan survei guna memperoleh data, jika ada korban maka langsung melakukan tindakan SAR," jelasnya.
Ia mengatakan tim yang telah dikirim ke Solok juga akan memberikan informasi sebagai pedoman bagi Kantor SAR Padang untuk menentukan apakah perlu penambahan personel dan peralatan.
Baca juga: Satgas PRR kawal realisasi tambahan TKD Rp144,67 miliar di Solok
Selain personel, lanjutnya Kantor SAR Padang juga mengerahkan berbagai perlengkapan pencarian seperti peralatan SAR air, mounteneering, evakuasi, medis, komunikasi, dan lainnya.
Banjir bandang dilaporkan terjadi di wilayah Arosuka, Solok, pada Senin (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB, sebelum bencana terjadi kawasan setempat diguyur hujan lebat sejak sekitar pukul 18.00 WIB.
Pihak SAR Padang mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati di tengah cuaca ekstrem dan segera melapor jika membutuhkan bantuan dan pertolongan.
Baca juga: Pemkot Solok percepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































