Kuala Lumpur (ANTARA) - Tim Pencarian dan Penyelamatan Khusus Malaysia (SMART) berhasil menyelamatkan seorang korban gempa di Myanmar yang sudah terperangkap di dalam reruntuhan bangunan hotel selama enam hari.
Dalam pernyataannya di akun Facebook Pasukan Mencari dan Menyelamat Khas Malaysia yang diakses di Kuala Lumpur, Rabu, SMART menyebutkan dalam operasi yang dipimpin oleh PW II Abdul Hadi Mamat timnya telah berhasil mengeluarkan seorang korban hidup yang telah terperangkap di dalam bangunan hotel selama enam hari.
Korban merupakan seorang laki-laki berusia 47 tahun. Semua keahlian yang dimiliki tim SAR khusus Malaysia telah digunakan bersama tim penyelamat lokal untuk memastikan bahwa korban yang terjebak berhasil dikeluarkan secepat mungkin.
Kondisi di sekitarnya lokasi evakuasi cukup berbahaya mengingat kemungkinan terjadi runtuhan kedua bisa terjadi kapan saja. Tim SAR khusus Malaysia melakukan operasi penyelamatan di daerah Sagaing, Myanmar.
Pada Selasa (1/4), Tim SAR khusus Malaysia itu berhasil menemukan korban wanita berusia 30-an yang terperangkap reruntuhan. Upaya evakuasi berjalan selama satu jam menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan jenazah korban.
Pada hari yang sama tim SMART juga menemukan korban wanita lain berusia sekitar 50-an yang lokasinya berdekatan dengan korban pertama. Upaya evakuasi jenazah korban menggunakan ekskavator, dan selesai sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat (pukul 11.00 WIB).
Selanjutnya dua jenazah diserahkan kepada pihak pemerintah setempat pada pukul 11.30.
Sedangkan pada Senin (31/3), tim SMART melakukan pencarian korban gempa di sebuah sekolah dan berhasil menemukan serta mengevakuasi jenazah seorang guru wanita sekitar pukul 12.45 waktu setempat. Upaya evakuasi dilakukan bersama dengan Myanmar Fire Service Department.
Sedangkan dalam operasi pencarian korban gempa di sebuah kedai, tim SAR khusus Malaysia berhasil mengeluarkan korban seorang laki-laki berusia 57 tahun yang terperangkap di lantai kedai pada pukul 16.50.
Jenazah korban gempa tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah setempat untuk ditindaklanjuti.
Gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3). Ribuan orang dilaporkan meninggal dunia.
Baca juga: Pasukan misi kemanusiaan RI mulai beroperasi di Kompleks PNS Myanmar
Baca juga: Jepang siap hibahkan Rp100 miliar untuk bantu Myanmar pascagempa
Baca juga: Ratusan warga Muslim dilaporkan tewas akibat gempa besar Myanmar
Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025