Rubio desak NATO berkomitmen tingkatkan produksi pertahanan

3 months ago 53

Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat mendesak negara-negara anggota NATO untuk berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi pertahanan secara signifikan.

Sebelumnya, Rubio mengatakan negara-negara NATO belum siap memproduksi amunisi dalam jumlah yang dibutuhkan pada masa mendatang.

“Dalam pertemuan saya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, saya menegaskan bahwa aliansi harus berkomitmen secara jelas pada KTT Ankara mendatang untuk segera meningkatkan produksi pertahanan,” kata Rubio melalui media sosial X.

Menurut Rubio, negara-negara anggota NATO perlu memperluas basis industri transatlantik dan mengubah komitmen belanja pertahanan menjadi kemampuan tempur nyata.

Ia juga menegaskan bahwa Eropa yang kuat akan membuat NATO semakin kuat.

Pada 1 April, Presiden AS Donald Trump mengatakan sedang mempertimbangkan secara serius untuk menarik Amerika Serikat dari NATO setelah sejumlah sekutu menolak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Trump menyebut Eropa tidak lagi dapat diandalkan sebagai mitra pertahanan setelah negara-negara Eropa menolak permintaannya mengirim kapal perang ke jalur strategis Selat Hormuz.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada 9 April mengatakan beberapa anggota aliansi “sedikit lambat” dalam mendukung kampanye militer AS terhadap Iran karena tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya dari Trump.

Namun, Rutte menambahkan bahwa hampir seluruh sekutu kini telah memberikan dukungan yang diminta Washington.

Sumber: Sputnik

Baca juga: China tolak penempatan sistem rudal AS di Jepang

Baca juga: Belanda akan beli rudal jarak jauh untuk jet tempur F-35 dari AS

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |