RI dan India bidik kerja sama data center-semikonduktor di Forum BRICS

2 hours ago 3
Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia bersama India membahas peluang kerja sama sektor-sektor strategis, mulai dari data center, transformasi industri digital, hingga semikonduktor dalam 10th BRICS Industry Ministers' Meeting di Jaipur, India.

Peluang peningkatan kolaborasi industri kedua negara dibahas melalui pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza dengan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah India Jitin Prasada.

"Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Faisol menyampaikan, pertemuan bilateral yang digelar pekan lalu tersebut menjadi tindak lanjut atas semakin eratnya hubungan kedua negara setelah kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke India pada peringatan Republic Day 2025, serta kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026.

Rangkaian pertemuan tingkat tinggi tersebut menandai babak baru kerja sama di bidang perdagangan, investasi, kesehatan, farmasi, hilirisasi industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Hubungan dagang Indonesia dan India juga terus menunjukkan perkembangan positif. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 23,16 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 18,32 miliar dolar AS dan impor 4,84 miliar dolar AS.

Namun demikian, ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan kedua negara untuk memperluas akses pasar produk manufaktur Indonesia.

Pertemuan bilateral ini berlangsung saat Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS sehingga membuka ruang kolaborasi industri yang lebih luas dengan negara-negara anggota, termasuk India.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah India menyambut baik usulan kerja sama konkret yang disampaikan Indonesia pada sektor-sektor strategis, khususnya pengembangan industri hijau, semikonduktor, dan industri agro.

Pemerintah India juga menyampaikan perhatian terhadap kebijakan pembatasan kuota impor terhadap beberapa produknya ke Indonesia. Isu tersebut nantinya akan diteruskan Indonesia kepada kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.

Indonesia juga mengajak India memperluas kolaborasi pada industri semikonduktor yang memiliki peran strategis sebagai penopang berbagai sektor prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital.

Khusus dalam transformasi industri digital, diarahkan melalui penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), smart manufacturing, serta pengembangan data center yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Adapun negara-negara yang tergabung dalam BRICS antara lain Brasil, Rusia, India, China (Tiongkok), Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Indonesia.

Baca juga: Dubes: India siap jajaki kerja sama sektor nuklir dengan RI

Baca juga: Dubes: Kerja sama RI-India makin intensif usai kunjungan PM Modi

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |