Sedikitnya 50 anak tewas akibat wabah difteri di Nigeria Barat Laut

1 hour ago 4

Abuja (ANTARA) - Setidaknya 50 anak tewas dan beberapa lainnya dirawat di rumah sakit akibat wabah difteri di negara bagian Kano, Nigeria barat laut, kata badan legislatif negara bagian tersebut pada hari Selasa, menyerukan tindakan darurat yang cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Kano meminta pemerintah untuk menerapkan Undang-Undang Perlindungan Kesehatan negara bagian untuk mengatasi wabah tersebut dan mengarahkan komite kesehatannya untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait mengenai masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi beberapa daerah pemerintahan lokal.

Ibrahim Muhammad, anggota legislatif negara bagian yang mewakili Rano, salah satu wilayah pemerintah daerah yang terdampak, menyatakan dalam sidang pleno pada Selasa bahwa wabah tersebut sangat parah di komunitas Ridin dan Sabuwar Kaura, tempat sebagian besar kematian dilaporkan.

Dia menuturkan bahwa langkah-langkah darurat yang diambil sejauh ini masih terbatas, termasuk penyediaan obat-obatan dan pengerahan tenaga kesehatan, sehingga diperlukan lebih banyak upaya untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.

Anggota legislatif lainnya dalam sidang pleno tersebut menyebutkan wabah itu telah menyebar ke komunitas dan kota-kota lain di enam wilayah pemerintah daerah, termasuk Rano, Tudun Wada, Kibiya, Bunkure, Bebeji, dan Kiru.

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan terkadang pada kulit. Bakteri itu juga menghasilkan racun yang dapat merusak jantung dan saraf.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025, sedikitnya 884 kematian akibat difteri dilaporkan dalam wabah yang melanda sekitar 240 wilayah pemerintah daerah di 30 dari 36 negara bagian di Nigeria.

WHO sebelumnya telah mendesak Nigeria untuk meningkatkan cakupan vaksinasi hingga setidaknya 80 persen guna memastikan perlindungan komunitas dan mencegah terjadinya wabah di masa mendatang di negara tersebut.

Di Nigeria, lebih dari 2 juta anak belum mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk mereka yang sama sekali belum pernah menerima dosis vaksin, yang menyoroti tingginya risiko penyebaran lebih lanjut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |