Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku terkesan dengan karakteristik Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, yang memiliki nilai historis dan arsitektur spesifik.
"Masjid Lautze memiliki keunikan tersendiri dengan arsitektur khas Tionghoa yang dominan,” kata Rano saat Safari Ramadhan 1447 H/2026 di Masjid Lautze, Jakarta, Sabtu.
Rano pun memberikan penghormatan khusus kepada sosok Haji Karim Oei yang namanya diabadikan sebagai nama yayasan pengelola masjid tersebut. Menurutnya, Karim Oei merupakan teladan bagi warga Jakarta dalam hal integritas dan nasionalisme.
“Haji Karim Oei dikenal sebagai sosok three in one. Beliau adalah pebisnis sukses, pejuang nasional yang gigih melawan kolonial, serta tokoh agama yang tawadhu setelah menjadi mualaf. Semangat inklusivitas beliau harus tetap hidup di masjid ini," kata dia.
Baca juga: Pemprov DKI siap berangkatkan marbut untuk ibadah umrah
Rano menekankan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat khususnya selama bulan Ramadhan dan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memperkuat kohesi sosial.
“Safari Ramadan dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, meningkatkan syiar Islam, serta menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat toleransi beragama termasuk selama Ramadhan.
“Toleransi beragama merupakan salah satu fondasi pengajaran dari orang tua kita. Kita sering tidak mengetahui latar belakang agama seseorang, tetapi kita dipersatukan sebagai bangsa Indonesia. Di situlah terlihat kolaborasi dalam keberagaman masyarakat Jakarta," kata Rano.
Baca juga: Rano sebut perbedaan awal puasa merupakan hal biasa
Baca juga: Rano tegaskan komitmen DKI jaga keamanan di momen perayaan keagamaan
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026


















































