PU kerahkan pompa dan tangki air untuk tangani kekeringan di Kalbar

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dengan mengerahkan pompa hingga tangki air untuk menangani kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau, khususnya di Kalimantan Barat melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di lapangan.

“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody di Jakarta, Jumat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak kekeringan kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat, Kementerian PU mengerahkan berbagai sarana dan prasarana untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung penanganan potensi kebakaran.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status darurat bencana karhutla.

Baca juga: Pemerintah optimalkan OMC tangani karhutla di Riau, Kalbar, dan Kalteng

Untuk membantu penanganan, Kementerian PU menyalurkan sejumlah bantuan pompa serta mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air, termasuk di sejumlah titik di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau.

Kementerian PU juga turut menerjunkan personel ke sejumlah wilayah, termasuk Ketapang dan Kubu Raya, untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan dari sisi sumber daya air maupun infrastruktur.

Kepala BWS Kalimantan I M. Tahid mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Daerah setempat, sejak kondisi kekeringan mulai menunjukkan dampak yang serius.

“Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam hal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM, juga dengan turun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi seperti di Ketapang dan Kubu Raya kita terjunkan tim juga di sana dalam rangka untuk melakukan identifikasi, menemukan apa yang bisa kita bantu dari SDA maupun Cipta Karya,” ujarnya.

Menurut Tahid, musim kemarau panjang akibat El Nino memicu meningkatkan risiko kebakaran di Kalimantan. Wilayah pesisir Kalimantan Barat sendiri banyak memiliki lahan gambut yang relatif sulit ditangani ketika terjadi kebakaran.

Sementara di wilayah hulu, karakter tanahnya lebih banyak berupa tanah mineral. Karena itu, BWS Kalimantan I tidak hanya berperan ketika kondisi darurat terjadi, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dengan mengidentifikasi titik-titik sumber air yang dapat dimanfaatkan apabila kebakaran terjadi.

Baca juga: Luas karhutla Kalbar mencapai 38.310 hektare hingga Agustus

Baca juga: Menkopolkam minta Kalteng dan Kalbar hentikan izin pembakaran lahan

Di sisi lain, Kepala BPBPK Kalbar Mohd. Yoza Habibie mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, antara lain Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Sanggau.

“Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten. Unit kita sudah bergerak ke sana dan ada yang sudah Kembali. Kita men-supply air bersih dari PDAM-PDAM terdekat, lalu dibawa ke kabupaten/kota,” katanya.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |