Program Aksara Mahasiswa 2026 dibuka, fokus isu pangan hingga sampah

1 day ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Aksara Mahasiswa Tahun 2026 guna mewadahi mahasiswa dalam menerapkan solusi teknologi inovatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang agar inovasi yang lahir di laboratorium kampus tidak berhenti pada tumpukan jurnal akademik semata.

"Program ini hadir sebagai pengejawantahan ilmu pengetahuan dan teknologi serta idealisme mahasiswa untuk menggerakkan masyarakat dan memberikan solusi secara mandiri," kata Adnyana dalam acara peluncuran kegiatan tersebut di Jakarta, Senin.

Pada edisi pelaksanaan tahun 2026, oa memaparkan bahwa program ini dibagi ke dalam dua skema utama, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular.

Skema pertama, Aksara Peduli, difokuskan untuk menjawab persoalan-persoalan prioritas wilayah sasaran, yang mencakup sektor ketahanan pangan, transisi energi, kesehatan, serta ekonomi kreatif, hijau, dan biru.

Sementara itu, skema Aksara Sirkular dirancang secara spesifik untuk merespons persoalan darurat pengelolaan sampah nasional, mulai dari edukasi pemilahan dari sumber, penguatan kelembagaan bank sampah, hingga adopsi ekonomi sirkular.

Guna memastikan setiap inovasi dapat diimplementasikan dengan optimal, pemerintah telah menyiapkan pagu anggaran yang sangat memadai, yakni berkisar antara Rp80 juta hingga Rp120 juta untuk setiap proposal yang lolos seleksi.

"Persyaratan yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi revisi anggaran yang besar adalah minimal 60 persen dari anggaran yang diusulkan wajib dialokasikan untuk penerapan teknologi dan inovasi bagi mitra sasaran," ujar Adnyana mengingatkan.

Melengkapi arahan teknis tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam kesempatan yang sama turut berpesan kepada tim mahasiswa agar hadir di tengah masyarakat dengan sikap rendah hati dan menghindari arogansi intelektual.

"Satu hal harus selalu kita ingat, kita tidak datang ke tengah masyarakat untuk menunjukkan bahwa kampus memiliki semua jawaban. Masyarakat memiliki pengetahuan lokal dan merupakan mitra belajar sekaligus pelaku utama perubahan," ucap Menteri Brian.

Diketahui, masa sosialisasi dan penerimaan proposal dilaksanakan sepanjang bulan Juli 2026. Memasuki bulan Agustus 2026, tahapan akan berlanjut pada proses seleksi, pengumuman usulan yang didanai, hingga proses penandatanganan kontrak.

Selanjutnya, masa pelaksanaan program di lapangan dengan durasi 160 jam kerja efektif akan diselenggarakan terhitung sejak Agustus hingga Desember 2026. Selama masa pelaksanaan tersebut, peserta diwajibkan untuk mengumpulkan laporan kemajuan pada bulan Oktober 2026, yang kemudian disusul dengan tahapan pemantauan dan evaluasi (Monev) secara internal dan oleh tim DPPM Kemdiktisaintek pada November 2026.

Seluruh rangkaian program ini pada akhirnya akan diselesaikan pada Desember 2026 dengan agenda pengumpulan laporan akhir sekaligus pelaksanaan Seminar Dampak. Informasi lebih lanjut dapat diakses di laman instagram resmi @bima.kemdiktisaintek.

Baca juga: Wamendiktisaintek dorong Konsorsium kampus entaskan kemiskinan di NTT

Baca juga: Pemerintah dorong penerima beasiswa perkuat ekosistem riset nasional

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |