Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu malam, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pengabdian bagi bangsa.
"Rangkaian tersebut menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan dharma baktinya bagi bangsa dan negara," katanya.
Ziarah Nasional dan Renungan Suci dijadwalkan dimulai pukul 23.50 WIB di TMP Nasional Utama Kalibata.
Upacara tersebut akan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri, pimpinan lembaga pemerintah, unsur TNI dan Polri, keluarga pahlawan nasional, serta undangan lainnya.
Baca juga: Tradisi Renungan Suci Prabowo dan Jokowi, sama makna tapi beda gaya
Dalam upacara tersebut, Presiden dijadwalkan melakukan peletakan karangan bunga, memimpin mengheningkan cipta, serta penghormatan kepada arwah para pahlawan.
Prasetyo mengatakan Ziarah Nasional dan Renungan Suci juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
"Semangat kepahlawanan tersebut akan terus menjadi sumber inspirasi dalam menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan melanjutkan pembangunan nasional," katanya.
Pemerintah mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen dalam mengisi kemerdekaan.
Menurut Prasetyo, komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Baca juga: Prabowo pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMP Kalibata
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































