Politik kemarin, tiga kapal Pakistan bersandar hingga Muktamar NU

3 months ago 68

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa politik terjadi pada Kamis (21/5/2026), mulai dari tiga kapal perang Pakistan bersandar di Indonesia dalam misi diplomasi hingga soal Muktamar NU.

Berikut lima berita pilihan yang layak dibaca ulang pada pagi ini.

1. Kapal selam Pakistan bersandar di Jakarta dalam rangka misi diplomasi

Tiga kapal perang Pakistan yakni Pakistan Navy Ship (PNS) Taimur, kapal selam Hangor dan PNS Aslat bersandar di Jakarta untuk bertemu jajaran TNI AL dalam rangka melakoni kunjungan kehormatan atau courtesy call untuk memperkuat diplomasi.

Selengkapnya baca di sini.


2. Gus Lilur: Muktamar Ke-35 pijakan agar NU tetap jadi penjaga moral RI


Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengatakan Muktamar NU Ke-35 merupakan pijakan agar NU tetap menjadi penjaga moral RI sehingga bukan sekadar forum pemilihan ketua umum dan rais aam.

Selengkapnya baca di sini.

3. Mendagri minta daerah segera realisasikan tambahan TKD Rp10,6 triliun

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) terdampak bencana di Sumatera segera merealisasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun untuk penanganan pascabencana.

Selengkapnya baca di sini.

4. DPRD Bogor gelar peripurna istimewa di desa pakai meja-bangku SD

DPRD Kabupaten Bogor akan menggelar rapat paripurna istimewa Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Jawa Barat, dengan konsep sederhana menggunakan meja dan bangku sekolah dasar (SD).

Selengkapnya baca di sini.

5. GPCI sebut relawan GSF termasuk 9 WNI yang ditangkap Israel dibebaskan
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyampaikan bahwa semua relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) termasuk 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Israel telah dibebaskan.

Selengkapnya baca di sini.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |