Polda Kepri perkuat pengawasan pangan jaga stabilitas harga

2 hours ago 2

Batam (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) melalui satgas pangan memperkuat pengawasan harga dan mutu pangan guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan menjelang Imlek dan Ramadhan.

“Penguatan pengawasan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan, serta keamanan dan mutu pangan, khususnya menjelang momentum Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora di Batam, Sabtu.

Silvester yang juga Ketua Pelaksana Satgas Pangan Polda Kepri mengatakan pengawasan difokuskan pada 14 komoditas pangan yang penanganannya mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), dan harga acuan penjual (HAP), serta pengawasan keamanan pangan melalui uji laboratorium terhadap bahan berbahaya.

Langkah penguatan ini juga telah dikoordinasikan dengan anggota satgas pangan lainnya yang tergabung dalam Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Rapat koordinasi yang digelar Jumat (6/2) itu diikuti oleh perwakilan Badan Pangan Nasional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pengan, Bulog, Bea Cukai, dan satgas pangan jajaran Polres.

“Pengawasan ini sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi pangan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.

Perwira menengah Polri menjelaskan, apabila dalam pengawasan tersebut ditemukan adanya pelanggaran makan penangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari pembinaan, hingga penegakan hukum.

Sementara itu, hasil pemantauan yang telah dilakukan, bahwa terdapat sejumlah komoditas di beberapa wilayah Kepri yang memerlukan perhatian bersama semua instansi terkait.

Dalam rakor tersebut, kata dia, juga diperoleh informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri bahwa ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman, meskipun pada komoditas tertentu mengalami fluktuasi harga.

“Faktornya kenaikannya terkait distribusi, terutama di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Silvester menambahkan, dalam rakor tersebut disepakati semua pihak berkomitmen memperkuat pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga terjangkau dan pangan yang aman.

Terpisah, sejumlah komoditas pangan di pasar Kota Batam mulai mengalami kenaikan, terutama cabai rawit merah, jagung dan ketimun.

Pantauan ANTARA salah satu pasar di kawasan Kecamatan Batam Kota, harga cabai rawit merah saat ini dijual Rp95 ribu per kg, cabe rawit Rp70 ribu per kg, cabai merah keriting Rp60 ribu per kg, dan cabai hijau keriting Rp45 ribu per kg.

Harga telur ayam boiler masih Rp58 ribu per papan (isi 30 butir), sedangkan barang merah stabil untuk komoditas bawang merah Birma Rp16 ribu per kg, bawang putih kisaran Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kg.

Harga sayur yang sedang mahal yakni timun Rp23 ribu per kg, harga normalnya Rp12 ribu. Jagung juga naik Rp20 ribu per kg, tomat merah Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kg, dan tomat hijau Rp25 ribu per kg, biasanya Rp22 ribu.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |