PDIP luncurkan Fatmawati Trophy perkuat warisan ideologis Ibu Bangsa

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - PDI Perjuangan (PDIP) meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 dalam rangka memperkuat warisan ideologis istri dari Presiden RI Ke-1 Soekarno, Fatmawati, selaku Ibu Bangsa.

Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDIP Bintang Puspayoga dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan Fatmawati Trophy lahir dari kesadaran atas peran Fatmawati Soekarno sebagai Ibu Negara pertama Republik Indonesia yang memiliki makna historis dan ideologis dalam perjuangan kemerdekaan.

Ia menjelaskan.Fatmawati yang lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923, tumbuh dalam lingkungan keluarga pergerakan. Ayahnya, Hassan Din, merupakan tokoh Muhammadiyah yang menghadapi tekanan pemerintah kolonial Belanda.

Dinamika perjuangan itu, kata dia, membentuk karakter Fatmawati sebagai pribadi tangguh, mandiri, dan memiliki kesadaran kebangsaan sejak usia muda.

Selain itu, menurut dia, Fatmawati bukan sekadar pendamping Presiden Soekarno, tetapi juga figur yang turut mengukir sejarah republik. Sosoknya berperan menjahit Sang Saka Merah Putih dengan tangannya sendiri di tengah kondisi revolusi dan keterbatasan.

Dari pernikahan Fatmawati dengan Soekarno, lahir lima putra-putri bangsa, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Ia mengatakan sejarah mencatat bahwa putri sulung Fatmawati, Megawati Soekarnoputri, menjadi perempuan pertama dalam sejarah Indonesia yang menjabat Wakil Presiden dan Presiden Republik Indonesia.

"Beliau melahirkan bukan hanya generasi secara biologis, tetapi juga kepemimpinan perempuan dalam sejarah Indonesia," katanya.

Adapun Fatmawati Trophy akan dikemas dalam bentuk kompetisi desain fesyen nasional.

Bintang menjelaskan dalam pelaksanaannya nanti akan ada empat kategori lomba serta penghargaan khusus berupa piala bergilir.

Hal itu menjadi penanda komitmen keberlanjutan program tersebut, yang pelaksanaannya akan dimulai dari tingkat daerah di bawah binaan DPD, DPC hingga sayap partai.

Selain itu, ia mengatakan trofi Fatmawati Trophy yang diperlombakan merupakan hasil kontemplasi Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo yang kemudian diwujudkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga.

Figur yang dihadirkan menggambarkan sosok perempuan berjubah yang berdiri tegak dalam keheningan yang melambangkan keteguhan moral, kepemimpinan tanpa agresi, dan kekuatan dalam sunyi.

"Kami berharap semangat keteladanan Ibu Fatmawati tidak akan pernah padam, mulai dari para kader di jajaran PDI Perjuangan hingga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Intinya adalah kita berupaya menguatkan dan membangun memori kolektif bangsa tentang keteladanan Ibu Bangsa, Fatmawati Soekarno," ucapnya.

Baca juga: PDIP gandeng aktivis mahasiswa hingga pelajar di Soekarno Run 2026

Baca juga: Prananda serahkan buku 'Api Islam Bung Karno' ke Pangeran Khaled

Baca juga: Megawati: Seharusnya sudah tidak ada perang, kita satu bumi

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |