PMI layani ratusan warga selama lima hari pascagempa NTT

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan, hingga 20 Agustus, pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 157 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan keliling dan pertolongan pertama, sementara 147 orang telah menerima layanan dukungan psikososial.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, di Jakarta, Jumat, pihaknya akan terus memastikan kebutuhan paling mendesak masyarakat dapat segera dipenuhi. PMI telah memberikan berbagai layanan, mulai dari pelayanan kesehatan hingga distribusi air bersih dan bantuan logistik.

"PMI telah memobilisasi 68 personel, tujuh kendaraan operasional, tujuh ambulans, dan satu mobil tangki air. PMI juga melakukan asesmen, evakuasi, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, serta pengelolaan pengungsian," kata JK.

PMI juga telah mendirikan 40 unit tenda, yang terdiri dari tenda darurat, tenda keluarga, dan tenda rumah sakit darurat untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak dan pelayanan di lapangan.

Dua tim kesehatan keliling atau mobile clinic yang terdiri dari dua dokter dan lima perawat telah dimobilisasi dari Markas PMI Pusat, Rumah Sakit PMI Bogor, dan PMI DKI Jakarta untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dan berkoordinasi dengan Klaster Kesehatan setempat.

Kemudian, sebanyak 60 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak. PMI juga menyalurkan makanan, air mineral, beras, selimut, terpal, tikar, kelambu, hygiene kit, dan baby kit.

PMI juga telah mengirimkan berbagai kebutuhan darurat per 20 Agustus 2026. Bantuan tersebut antara lain 875 hygiene kit, 405 matras, 2.210 terpal, 250 baby kit, 1.000 sarung, 1.500 jerigen lipat, 500 kelambu, 1.000 selimut, 200 kitchen kit, serta 18 tenda berukuran 6 x 12 meter.

PMI juga mengirimkan peralatan pendukung operasi seperti 240 helm, 249 palu, 276 sarung tangan, 35 sekop, 500 radio, 500 senter, 1.000 baterai, 1.000 lampu solar, serta 300 rompi PMI.

Dukungan operasional juga diperkuat dengan pengiriman satu kendaraan 4x4 dari Jakarta dan 10 kendaraan bak terbuka dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, dan Kupang, NTT.

PMI juga telah mengirimkan dana awal operasional sebesar Rp146.690.000 kepada PMI Provinsi NTT untuk mendukung pelaksanaan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

“Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting,” kata JK.

Namun demikian, PMI masih menghadapi sejumlah kendala dalam menjangkau masyarakat terdampak, termasuk jalan dan komunikasi yang terputus. Selain itu, katanya, gempa susulan yang masih terjadi juga menjadi tantangan dalam pencarian, pelayanan kesehatan, pengelolaan pengungsian, dan distribusi bantuan.

Karena itu, PMI memprioritaskan untuk melakukan pencarian, pertolongan dan evakuasi; pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama; penyediaan tenda pengungsian dan tenda pelayanan kesehatan; serta pemenuhan kebutuhan seperti selimut, matras, tikar dan terpal.

Kebutuhan lainnya yang masih diperlukan masyarakat meliputi hygiene kit dan baby kit, sembako dan makanan siap saji, peralatan dapur, obat-obatan dan trauma kit, air bersih, tandon air, serta fasilitas MCK darurat. PMI juga membutuhkan dukungan berupa genset, alat komunikasi, penerangan darurat, alat berat untuk membuka akses, serta kendaraan pendukung layanan, khususnya kendaraan 4x4.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Ngada. Hingga 20 Agustus, BMKG mencatat 3.394 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2.

"PMI terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan, perlindungan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya. Pada saat yang sama, kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan," katanya.

Baca juga: BNPB: Jaringan telekomunikasi-air bersih di NTT masih diakselerasi

Baca juga: Kerugian sekitar Rp2,2 triliun, Baznas ajak filantropi bantu NTT

Baca juga: BPBD NTT catat 4.914 rumah di Ngada rusak akibat gempa Flores

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |