Plan Indonesia salurkan paket bantuan darurat untuk penyintas gempa

6 days ago 16

Jakarta (ANTARA) - Plan Indonesia menyalurkan 250 paket bantuan darurat untuk penyintas gempa M7,7 di lima titik pengungsian yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu.

Ratusan paket bantuan itu mencakup paket kebersihan keluarga, paket kebutuhan kebersihan menstruasi bagi remaja perempuan dan perempuan, perlengkapan hunian sementara, alat permainan edukatif (APE), air minum kemasan, dan makanan ringan.

“Dalam situasi darurat, kebutuhan dasar seperti air minum, kebersihan, tempat untuk beristirahat, dan makanan memang menjadi prioritas. Namun, kita juga perlu memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk bermain dan merasa aman, sementara remaja perempuan dan perempuan tetap dapat memenuhi kebutuhan kebersihan menstruasi mereka dengan layak dan bermartabat,” kata Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu.

Sebagai respons awal, Plan Indonesia mengirimkan 16 orang anggota sebagai tim tanggap darurat bencana untuk melakukan kaji cepat kebutuhan di kelima kabupaten terdampak.

Kaji cepat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, dengan perhatian khusus kepada anak-anak, terutama anak dan remaja perempuan, perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

“Setiap wilayah terdampak memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tim kami turun langsung untuk memahami kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Hasil kaji cepat ini akan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling relevan dan tepat sasaran,” lanjut Dini.

Menurut Dini, dampak terhadap anak-anak terutama anak perempuan perlu menjadi bagian penting dalam setiap pengambilan keputusan selama masa tanggap darurat. Bencana tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur.

Anak-anak juga dapat kehilangan rasa aman, terputus dari sekolah, kehilangan rutinitas, dan mengalami tekanan psikologis. Anak perempuan bahkan dapat menghadapi risiko tambahan, termasuk kesulitan mengakses sanitasi dan kebutuhan menstruasi, kehilangan ruang aman, hingga risiko kekerasan. Karena itu, kebutuhan, suara, dan hak anak harus diperhatikan sejak awal respons hingga proses pemulihan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, gempa yang berpusat di Laut Flores tersebut telah diikuti 341 kali gempa susulan.

BNPB mencatat 51 orang meninggal dunia dan 101 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 5.900 orang masih berada di lokasi pengungsian, terutama di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Nagekeo. Kerusakan juga dilaporkan pada sedikitnya 914 rumah rusak berat, 93 fasilitas pendidikan, dan 36 fasilitas Kesehatan.

Baca juga: BNPB tempuh jalur laut kirim bantuan gempa NTT hingga Pulau Palue

Baca juga: Kabasarnas pantau langsung penanganan gempa Flores

Baca juga: Duka mendalam gempa NTT, Menko PM pastikan keselamatan warga prioritas

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |