Menteri Ekraf: Status Kota Kreatif Malang harus buka lapangan kerja

2 hours ago 2

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan status Kota Kreatif UNESCO bidang Media Arts yang disandang oleh Kota Malang, Jawa Timur harus mampu menjadi landasan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Kota Malang kan sudah sebagai Kota Media Arts UNESCO, ini tidak boleh berhenti karena harus menjadi starting point untuk memberikan dampak, seperti lapangan pekerjaan," kata Riefky seusai berkunjung ke Festival Mbois 11 yang diselenggarakan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu malam.

Riefky menyatakan ketersediaan lapangan pekerjaan di bidang ekraf mampu memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjalani hidup lebih sejahtera.

Tak hanya itu, ia memandang, dengan lapangan pekerjaan yang melimpah maka masalah pengangguran bisa tertangani dan ekonomi di wilayah setempat bergerak lebih masif.

Riefky menyampaikan jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif saat ini total mencapai 27,4 juta jiwa, dari angka itu sebanyak 63 persen merupakan Generasi Z dan milenial.

Dari data yang ada pula, lanjutnya dari total 27,4 juta pekerja di sektor ekraf, sebanyak 58 persen diantaranya merupakan perempuan. Terbukanya lapangan pekerjaan bidang ekraf mampu melahirkan inklusivitas pada dunia kerja.

"Pengangguran terbuka di Indonesia dari 7,5 juta orang dan 82 persen Generasi Z serta milenial, lapangan pekerjaan yang diminati mereka adalah ke sektor ekraf. Sebetulnya sektor ini dapat menurunkan angka pengangguran terbuka di seluruh daerah," ucapnya.

Oleh karena itu, Riefky mengingatkan seluruh pihak di Kota Malang, seperti pemerintah daerah setempat, asosiasi, akademisi, media, dan lembaga keuangan agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaku usaha ekraf agar berkembang dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, dirinya mengapresiasi keberadaan gedung Malang Creative Center (MCC) karena benar-benar difungsikan sebagai creative hub yang mampu menghadirkan 1.100 sampai 1.200 program setiap bulan.

"Itu sudah maksimal, tetapi ternyata tidak cukup di situ karena di Stadion Gajayana ini mau diaktivasi juga, ini luar biasa dan langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain," ujar dia.

Baca juga: UB beberkan peran sukseskan Malang raih Kota Kreatif UNESCO

Baca juga: Malang dan Ponorogo resmi jadi jaringan kota kreatif UNESCO

Baca juga: MenKopUKM nilai MCC bisa jadi percontohan inkubasi industri kreatif

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |