Padang (ANTARA) - Petugas gabungan bersama warga setempat berhasil menyelamatkan bocah laki-laki yang tenggelam di bendungan Lubuk Rayo, Balai Gadang, Padang pada Rabu.
"Korban tenggelam saat sedang mandi-mandi bersama empat orang temannya," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Hendri Zulviton di Padang.
Korban diketahui merupakan anak laki-laki bernama Rahul yang masih berusia 11 tahun asal Lubuk Buaya, Koto Tangah, kota setempat.
Beruntung peristiwa tersebut langsung diketahui oleh warga setempat serta petugas di lokasi, sehingga langsung melakukan penyelamatan.
Hendri mengatakan setelah korban dievakuasi dari bendungan, yang bersangkutan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Setelah mendapatkan penanganan medis korban dapat diselamatkan, kemudian dibolehkan pulang bersama keluarganya," jelasnya.
Baca juga: Bocah yang tenggelam di Pantai Titian Mutiara berhasil ditemukan
Baca juga: Seorang bocah tewas setelah terpleset masuk Sungai Ciujung Serang
Kejadian tersebut berawal ketika korban pergi bersama empat temannya ke bendungan untuk mandi-mandi tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Sesampainya di bendungan, korban langsung terjun bersama teman-temannya. Namun nahas korban tidak bisa berenang, sehingga tenggelam.
Untungnya teman-teman korban langsung mengetahui kejadian itu dan langsung berteriak untuk minta pertolongan kepada orang-orang di sekitar.
Pada bagian lain, Hendri Zulviton mengimbau masyarakat yang pergi wisata di momen libur Lebaran agar tetap hati-hati dan memperhatikan keselamatan.
"Tetap hati-hati saat berwisata terutama di kawasan tepi pantai atau sungai, bagi orang tua yang membawa anak agar tidak melepaskan mereka dari pengawasan masing-masing," pintanya.
Hendri mengatakan pihak BPBD Padang telah menyebar puluhan personel di tempat-tempat wisata untuk selalu bersiaga dan melakukan antisipasi ketika terjadi bencana.
Ia menyebutkan setiap harinya ada dua puluh personel yang disiagakan, dibantu oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) serta relawan kebencanaan.
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025