Jakarta (ANTARA) - Arus balik dari berbagai daerah di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mulai ramai, Kamis.
Data yang diterima dari komandan regu Terminal Kampung Rambutan, Abdullah, menyebutkan sebanyak 2.010 pemudik telah tiba di Terminal Kampung Rambutan dengan menumpangi 128 bus sif pertama pukul 06.00-14.00 WIB.
Sementara untuk sif kedua pukul 14.00-22.00 WIB dan sif ketiga pukul 22.00-06.00 WIB pada Jumat (4/4).
Abdullah menyebut bahwa mayoritas penumpang yang tiba Kamis ini datang dari Jawa Barat.
"Mayoritas (yang datang) dari Jawa Barat, terutama dari Tasik, Singaparna, Cianjur, Pangandaran dan Karang Pucung," kata Abdullah.
Baca juga: KAI Daop 1 Jakarta prediksi puncak arus balik penumpang 4-6 April
Sedangkan kedatangan dari Sumatera masih belum banyak.
Abdullah mengatakan bahwa kedatangan dari Sumatera cenderung terjadi pada jam 02.00-03.00 dini hari WIB.
Sejumlah pemudik yang ditemui di Terminal Kampung Rambutan pada Kamis mengatakan mereka memilih kembali lebih cepat agar mempunyai waktu beristirahat sebelum kembali beraktivitas lagi setelah libur Lebaran berakhir.
Salah satu pemudik, Risa (28), yang tinggal di Jakarta Selatan mengatakan bahwa dia memutuskan kembali lebih awal agar bisa lebih bersantai sebelum kembali bekerja mulai 8 April nanti.
"Saya balik dari Cirebon, pilih pulang lebih cepat biar dapat waktu istirahat. Lumayan empat hari," kata Risa saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan.
Baca juga: Contraflow Tol Japek arah Jakarta dihentikan atas diskresi Kepolisian
Pemudik lainnya, Didi (42) mengutarakan alasan serupa merupakan warga Jakarta Barat yang pulang dari Tasik bersama anak dan istrinya. Dia mudik pada H-3 Lebaran.
Dia mengaku pulang lebih cepat karena ingin menghindari puncak arus balik, sekaligus sudah harus bekerja pada Senin.
"Balik lebih cepat biar tidak kena macet nantinya, sekalian bisa istirahat dulu sebelum kerja lagi," ujar Didi.
Terminal Kampung Rambutan, sebelumnya memprediksi arus balik Lebaran 2025 akan mencapai puncaknya pada tanggal 5 hingga 7 April.
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025