Tebing Tinggi (ANTARA) - Dinas Kesehatan Tebing Tinggi, Sumatera Utara memperkenalkan sebuah terobosan baru dalam deteksi dini penyakit tuberkulosis (TB) dengan meluncurkan program "Pintu Radiasi" (Pusat Investigasi dan Temukan Kasus TB dengan Radiografi Aktif di Lokasi).
Melalui inovasi ini, proses diagnosis yang sebelumnya memakan waktu hingga dua minggu, kini dipangkas menjadi hanya dua hari saja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi Fitri Sari Saragih di Tebing Tinggi, Jumat, mengatakan inovasi “Pintu Radiasi” mengusung tagline “Layanan X-Ray Datang, TB Kita Berantas”.
Inovasi tersebut merupakan strategi jemput bola berbasis teknologi untuk mempercepat penemuan kasus TB melalui layanan screening X-ray portable di tengah masyarakat.
"Program tersebut dijadwalkan berlangsung di 31 lokasi yang menyasar wilayah kecamatan, kelurahan, pasar, pabrik, lapas, hingga rumah susun dengan target ribuan masyarakat menjalani skrining hingga triwulan ketiga tahun 2026," katanya.
Melalui inovasi tersebut, pemerintah daerah berharap penemuan kasus TB dapat lebih maksimal sehingga penanganan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat untuk memutus rantai penularan di tengah masyarakat.
Dia mengatakan, TB bukan hanya persoalan medis semata, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat, seperti kepadatan hunian, sanitasi lingkungan, hingga perilaku hidup bersih dan sehat.
Oleh karena itu, menurut dia, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat melalui implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara konsisten, serta pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di setiap lapisan masyarakat.
Sementara itiu, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih mengatakan persoalan penyakit TB masih menjadi perhatian serius pemerintah, karena bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, namun juga mempengaruhi kualitas hidup keluarga dan produktivitas masyarakat.
Ia menyebutkan satu penderita TB yang tidak menjalani pengobatan secara tuntas dapat menularkan penyakit kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga lingkungan sehat, serta tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Pemkot berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TB melalui peningkatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, penemuan kasus secara aktif, serta pendampingan pengobatan secara tuntas,” katanya.
.
Pewarta: Juraidi dan Dermawan
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































