Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu dapat ditangkap dalam kegiatan pengendalian populasi di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa.
“Alhamdulillah, pagi hari ini kami berada di Setu Babakan. Dalam waktu satu jam lebih, kami sudah mendapatkan kurang lebih 300 kilogram ikan sapu-sapu. Target kita hari ini lima ton,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam giat penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Menurut dia, penangkapan dilakukan secara masif karena berdasarkan kajian, populasi ikan sapu-sapu di Setu Babakan cukup tinggi. Selain itu, ikan tersebut juga dinilai berpotensi merusak ekosistem perairan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, ekosistem yang ada akan lebih baik, kualitas air dan lingkungan juga semakin membaik,” ujar Anwar.
Dia menyebutkan kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Setu Babakan, tetapi juga di sejumlah titik lain di Jakarta Selatan. Namun, fokus utama saat ini berada di kawasan tersebut karena populasinya paling banyak.
“Semua wilayah melakukan, tapi yang terbesar di sini. Hasil kajian menunjukkan ikan sapu-sapu banyak di Setu Babakan, dan terbukti, dalam satu jam, sudah dapat 300 kilogram,” terang Anwar.
Dia pun memastikan penangkapan dilakukan secara berkelanjutan hingga populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan secara signifikan.
“Kegiatan ini tidak hanya hari ini, tapi akan terus berlanjut sampai betul-betul habis, karena ikan ini sekali bertelur bisa sampai 800 butir,” ucap Anwar.
Baca juga: KPKP Jaksel musnahkan ikan sapu-sapu dengan dibelah dan dikubur
Terkait dampak lingkungan, dia mengatakan ikan sapu-sapu merupakan predator yang dapat mengganggu keberlangsungan ikan lain.
“Ikan ini predator, telur ikan lain dimakan. Air juga bisa terdampak. Dia bisa hidup di air yang sangat kotor sekalipun, jadi cukup membahayakan ekosistem,” papar Anwar.
Dalam pelaksanaan kegiatan itu, Pemkot Jaksel melibatkan berbagai unsur, mulai dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), kecamatan, kelurahan, hingga Satuan Poilisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Semuanya terlibat, termasuk pasukan pelangi. Kita lakukan analisa lokasi mana yang banyak, lalu dilakukan penangkapan agar hasilnya maksimal dan berdampak pada masyarakat,” ungkap Anwar.
Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan, menyusul peredaran informasi ikan sapu-sapu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan pangan, seperti siomay.
“Masyarakat harus lebih selektif dalam membeli jajanan. Kita khawatir kalau tidak tahu asal-usulnya, dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” imbuh Anwar.
Baca juga: Pemkot Jaksel gelar operasi tangkap ikan sapu-sapu di Phb Setu Babakan
Baca juga: DKI akan bersihkan sungai hingga ikan sapu-sapu pada Jumat
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































