Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memastikan proses pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti telah kembali berjalan, sehingga penanganan sampah di sejumlah titik mulai berangsur menuju kondisi normal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Darto mengatakan penumpukan sampah yang sempat terjadi sebelumnya sudah diprediksi akibat adanya pembatasan pengangkutan selama beberapa hari.
Baca juga: Menteri LH dukung pembangunan PSEL untuk tangani sampah di Bandung
“Hari ini baru mulai ada pengangkutan kembali. Jadi, kalau pagi hari terlihat penuh, sore ini sudah mulai berangsur terjadi pengurangan,” ujar Darto di Bandung, Senin.
Darto menjelaskan berdasarkan pemantauan melalui sistem Smart Waste Management (SWM), kegiatan pengangkutan dan pengolahan telah berlangsung di berbagai titik di Kota Bandung.
“Pengangkutan sudah berjalan, pengolahan juga sudah berjalan. Sore ini diproyeksikan ada pengurangan yang signifikan di beberapa titik,” katanya.
Meski demikian, kata dia, sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) masih mengalami penumpukan akibat sampah dari hari sebelumnya serta keterbatasan kuota pengangkutan harian.
Beberapa titik yang menjadi perhatian, di antaranya berada di kawasan Ciwastra, Cijambe, dan Jalan Indramayu.
“Kami memastikan penanganan telah dilakukan di lokasi tersebut, meskipun volume sampah belum dapat tertangani sepenuhnya dalam satu hari,” katanya.
Baca juga: Mendiktisaintek libatkan mahasiswa KKN tangani sampah di Kota Bandung
Baca juga: Menteri LH minta Pemkot Bandung tak gunakan insinerator sampah
Ia memperkirakan capaian pengolahan sampah akan terus meningkat hingga sore hari, dengan target seluruh kecamatan minimal mencapai 50 persen dari target harian.
Darto menegaskan mulai besok pengelolaan sampah akan kembali ditingkatkan secara bertahap, baik dari sisi pengangkutan ke TPS, pengangkutan ke TPA, maupun pengolahan di lapangan.
“Besok sudah bisa kembali normal, baik pengangkutan ke TPS, ke TPA maupun pengolahan akan kita tingkatkan kembali,” ujarnya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































