OpenAI akan kembangkan superapp gabungan ChatGPT, Codex, Atlas Browser

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan sebuah “superapp” untuk Mac yang menyatukan aplikasi ChatGPT, platform coding Codex, dan browser Atlas.

Menurut The Wall Street Journal gagasan di balik “superapp”, aplikasi serba ada ini untuk menyederhanakan pengalaman pengguna, menyusul peluncuran beberapa produk terpisah yang sebagian belum sepenuhnya menarik minat pelanggan OpenAI, sebagaimana dikutip MacRumors, Jumat (20/3) waktu setempat.

Perusahaan itu juga berupaya bangkit kembali setelah keberhasilan terbaru pesaing utamanya, Anthropic.

Baca juga: OpenAI berencana gandakan pegawai jadi 8000 karyawan

Para eksekutif OpenAI dikabarkan sedang mengevaluasi area mana yang bisa diprioritaskan lebih rendah, sembari fokus menciptakan kemampuan AI “agentic” dalam superapp baru tersebut.

Kecerdasan buatan ini nantinya dapat bekerja secara otonom di komputer pengguna untuk menjalankan berbagai tugas, seperti menulis kode dan menganalisis data.

Dalam rapat internal pekan lalu, kepala divisi aplikasi OpenAI, Fidji Simo, dilaporkan mengatakan kepada karyawan bahwa mereka tidak bisa terdistraksi oleh “proyek sampingan” mengingat pesatnya keberhasilan Anthropic dalam menarik pelanggan enterprise dan coding.

Baca juga: OpenAI berencana integrasikan AI pembuat video Sora ke ChatGPT

Menurut laporan itu seorang juru bicara OpenAI menyatakan bahwa "'superapp' baru ini akan memungkinkan tim di dalam perusahaan bekerja lebih erat, sekaligus membantu divisi riset memusatkan upaya pada satu produk utama".

Dalam beberapa bulan ke depan, perusahaan juga berencana menambahkan kemampuan “agentic” baru pada aplikasi Codex agar dapat membantu tugas produktivitas di luar coding, sebelum akhirnya menggabungkan ChatGPT dan browser Atlas ke dalam superapp tersebut.

Tahun lalu, OpenAI meluncurkan sejumlah inisiatif besar seperti aplikasi video Sora serta mengakuisisi perusahaan perangkat keras AI milik Jony Ive. Namun sejak itu, Anthropic menunjukkan momentum kuat berkat kesuksesan produk seperti Code Claude dan Cowork.

Baca juga: Pejabat OpenAI mundur menyusul kontroversi kesepakatan dengan Pentagon

Baca juga: OpenAI rilis GPT-5.4 dengan kemampuan penalaran yang meningkat

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |