Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menutup misi kemanusiaannya bagi korban gempa bumi di Myanmar, usai menunaikan pengiriman tiga gelombang bantuan yang bergulir sejak Senin (31/3), Selasa (1/4), dan yang terakhir pada hari ini.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto usai pelepasan bantuan tahap akhir di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Kamis menyampaikan bahwa pengiriman bantuan logistik tahap ketiga dari Pemerintah RI untuk korban bencana gempa bumi di Myanmar Kamis menjadi pengiriman tahap terakhir.
“Ini merupakan tahap ketiga, sekaligus tahap terakhir. Jadi, setelah hari ini, apabila ada masyarakat Indonesia yang ingin menyumbang ke Myanmar, ini menggunakan jalur masing-masing, jadi pemerintah sudah tidak memfasilitasi lagi," katanya.
Suharyanto merinci, jumlah personel yang berangkat dalam tim kemanusiaan ke Myanmar berjumlah 157 orang. Sebanyak 92 orang di antaranya telah tiba di Myanmar untuk melakukan sejumlah misi kemanusiaan.
Tim ini terdiri atas personel dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, BNPB, dan Basarnas.
Dari segi logistik, bantuan yang dikirimkan mencapai 124 ton. Saat ini, sekitar 24 ton bantuan dari Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan telah berada di Myanmar.
Sementara itu, berbagai perlengkapan dari Basarnas, termasuk dua kendaraan truk, genset, dan perlengkapan lainnya, sebagian sudah lebih dulu dikirimkan, sementara sisanya diberangkatkan dalam pengiriman hari ini.
“Sebagian yang akan kita bawa saat ini menggunakan dua pesawat, yakni satu pesawat Garuda 747-800 dan satu pesawat kargo. Ini membawa kurang lebih 105 ton bantuan, termasuk obat-obatan dari Kementerian Kesehatan, serta sumbangan dari Kementerian Pertanian, Basnas, BNPB, dan sektor swasta," katanya.
Bantuan swasta ini berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Human Initiative, AGP, Budha Tzu Chi, dan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang dikirim didasari atas kebutuhan bagi para korban gempa bermagnitudo 7,7 di Myanmar yang mengguncang wilayah setempat pada Jumat (28/3).
"Kita membawa barang-barang yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Myanmar," katanya.
Pratikno menyampaikan bahwa logistik dan personel kemanusiaan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta ke Myanmar, tepatnya ke Kota Naypyidaw.
Ia menjelaskan bahwa dari lokasi keberangkatan, mereka akan terbang ke Naypyidaw dan diperkirakan tiba pada sore hari, sebelum melanjutkan perjalanan ke Yangoon pada petang hari.
Pewarta: Andi Firdaus
Editor: M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2025