Pemerintah dukung penguatan narasi sejarah dan hukum adat Tumbang Anoi

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh upaya pelestarian budaya dan penguatan narasi sejarah masyarakat adat, khususnya terkait Tumbang Anoi sebagai peristiwa penting dalam sejarah perdamaian suku dayak.

"Kami sebagai pemerintah sangat mendukung berbagai upaya yang dapat memajukan kebudayaan nasional, termasuk penguatan narasi sejarah seperti Tumbang Anoi. Penguatan nilai hukum adat Tumbang Anoi bisa dikolaborasikan juga dengan Kementerian Hukum,” ucap Fadli dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Sedangkan untuk usulan penyelenggaraan kegiatan yang diajukan oleh Elemen Masyarakat Adat (Emas Dayak), Fadli menyebut bisa melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah sehingga bisa lebih efektif dan terukur.

Ketua Emas Dayak, Mandeh, menyampaikan keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penerapan hukum adat di Kalimantan dan menekankan bahwa Tumbang Anoi merupakan tonggak penting perdamaian adat yang memiliki nilai besar, bahkan diakui di tingkat internasional.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian penuh pada Tumbang Anoi dalam mendorong kembali penegakan hukum adat yang telah dirumuskan dan disahkan pada tahun 1894. Namun demikian, implementasi hukum adat yang telah disepakati dinilai tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk itu, dia bersama Emas Dayak menyampaikan rencana penyelenggaraan rangkaian kegiatan budaya sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Tumbang Anoi sekaligus pengukuhan kembali Tumbang Anoi sebagai hukum yang sah dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat adat.

“Kami berharap hukum adat yang telah disusun oleh kakek kami, Damang Batu beserta para perwakilan suku waktu itu, dapat kembali ditegakkan dan tidak dikesampingkan. Semoga bisa mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan,”ujarnya.

Sementara itu Pembina dan penasihat Emas Dayak H.R.M. Soekarna menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah dalam menegakkan hukum adat Tumbang Anoi ini.

Ia juga berharap, pemerintah dapat secara aktif memperkenalkan sejarah Tumbang Anoi kepada masyarakat luas sebagai bagian dari edukasi publik, mengingat Tumbang Anoi merupakan salah satu khasanah budaya nasional.

Emas Dayak berharap penyelenggaraan kirab atau pagelaran adat dapat dikolaborasikan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2026 mendatang.

Kirab budaya tersebut akan membentangkan bendera merah putih sepanjang 118 meter yang mempresentasikan 118 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia.

Kirab direncanakan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, perguruan tinggi, hingga TNI dan Polri, serta dimeriahkan dengan pertunjukan adat Dayak dan Nusantara.

Baca juga: Dukung perlindungan masyarakat Dayak, Kowani teken Piagam Kalimantan

Baca juga: Suku Dayak Meratus menuju ekonomi mandiri melalui Bamboo Rafting

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |