25 Agustus 2026 | Redaksi Rakyat News | 93 views
RAKYATNEWS.CO.ID,METRO – Meski portal Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo telah kembali dibuka, persoalan sampah di Kota Metro belum sepenuhnya selesai. Sejumlah sampah basah dilaporkan dibuang di kawasan Rejomulyo, Metro Selatan, tepatnya di lokasi yang berdekatan dengan lingkungan pendidikan.
Kondisi tersebut memantik penolakan dari Pimpinan Pondok Pesantren Inklusif Tri Bhakti Al-Qudwah, KH Hamim Huda, MA, M.Pd. Ia menilai keberadaan tumpukan sampah dan bau yang ditimbulkan telah mengganggu proses pendidikan, terlebih banyak santri di pesantren tersebut merupakan anak-anak penyandang disabilitas.

“Terus terang kami merasa keberatan. Kami sudah nyaman membina anak-anak di pesantren, apalagi banyak anak-anak disabilitas. Keberadaan sampah dan baunya tentu mengganggu proses pendidikan,” kata Hamim.
Menurutnya, lokasi pembuangan sampah juga sangat dekat dengan pondok pesantren, SMA Negeri 6 Metro dan permukiman warga. Pihaknya bersama sekolah sekitar berencana berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan untuk mencari solusi.
Hamim berharap Pemerintah Kota Metro segera mencari lokasi alternatif atau menyiapkan sistem pengolahan sampah yang tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat.
“Kami tidak menolak secara frontal, tetapi harus dicarikan solusi yang win-win solution. Jangan sampai sampah dibuang di sini dan mengganggu anak-anak, siswa serta masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, pembukaan kembali TPAS Karangrejo pada Jumat (21/8/2026) disertai kesepakatan bahwa sampah basah tidak lagi masuk ke lokasi tersebut. Namun, pengalihan sampah ke kawasan lain kini justru menimbulkan persoalan baru dan mendapat penolakan dari warga serta lingkungan pendidikan di Rejomulyo.
Redaksi: Sonny

4 hours ago
3

















































