PBB sebut klaim Israel soal kecukupan makanan di Gaza "konyol"

1 day ago 5
Update Buletin News Pagi Cermat Terpercaya

Hamilton, Kanada (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut klaim Israel soal kecukupan makanan di Jalur Gaza sebagai hal yang “konyol” karena pasokan bantuan kemanusiaan yang ada justru semakin menipis.

“Hal itu konyol. Maksud saya, kami justru sudah kehabisan pasokan bantuan kami yang tiba melalui jalur kemanusiaan,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers, Selasa.

Menegaskan keparahan situasi yang dihadapi, Dujarric mengatakan bahwa Program Pangan Dunia (WFP) kesulitan mempertahankan operasinya. “Anda tahu, WFP tak akan menutup toko-toko rotinya begitu saja,” kata dia.

Dujarric kemudian membantah pertanyaan soal klaim COGAT (Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Teritori) yang dijalankan militer Israel soal masuknya 25.200 truk pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza selama gencatan senjata serta tuduhan bahwa bantuan tersebut diambil Hamas.

“PBB telah menjaga rantai pengawasan yang sangat baik terhadap semua bantuan yang dikirimkan,” ucap jubir PBB itu.

Dujarric lantas menyoroti perbaikan yang terjadi sepanjang gencatan senjata 6 pekan di Gaza dan mengatakan, “Kita melihat bantuan kemanusiaan melimpah di Gaza. Kita melihat pasar-pasar hidup lagi. Kita melihat harga-harga barang mulai turun.”

“Kita juga melihat para sandera dibebaskan. Kita melihat tahanan Palestina dibebaskan. Kita harus kembali ke masa seperti itu,” kata dia, menambahkan.

Serangan udara kejutan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza sejak 18 Maret memupuskan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara pihak Zionis dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, yang diteken pada Januari lalu.

Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya. Selain itu, sudah lebih dari 50.300 warga Gaza, sebagian besarnya wanita dan anak-anak, tewas akibat agresi Israel sejak Oktober 2023.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan bekas pejabat pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di daerah kantong Palestina tersebut.

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |