PBB (ANTARA) - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama para mitranya meningkatkan upaya untuk membantu warga Gaza mengurangi berbagai risiko kesehatan masyarakat yang serius, termasuk infestasi atau serangan hama hewan pengerat, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) pada Rabu (29/7).
Infestasi hewan pengerat dan ektoparasit secara luas dilaporkan terjadi di 83 persen lokasi pengungsian yang dinilai sebelumnya pada bulan ini, bersamaan dengan meluapnya limbah di jalan-jalan, genangan air, serta buruknya kondisi sanitasi, kata OCHA.
Sebagai respons, para mitra kemanusiaan meningkatkan upaya pengendalian hewan pengerat pada pekan ini. OCHA mengatakan bahwa Program Pembangunan PBB (United Nations Development Programme/UNDP) bersama mitra lainnya mendistribusikan sembilan metrik ton rodentisida setiap hari yang dibawa ke Gaza oleh Uni Emirat Arab.
"Untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat, akses yang berkelanjutan terhadap peralatan dan pasokan penting seperti suku cadang serta oli mesin sangat diperlukan. Selain itu, sangat penting agar para mitra yang menangani limbah padat di Gaza diizinkan menjangkau tempat-tempat pembuangan akhir di wilayah yang aksesnya dibatasi oleh pasukan Israel, yang mencakup sekitar 65 persen wilayah Jalur Gaza," kata OCHA
OCHA mengatakan bahwa akses terhadap air masih menjadi tantangan sehari-hari bagi keluarga-keluarga di Gaza. PBB bersama para mitranya terus melakukan upaya terbaik mendukung ratusan ribu anak beserta keluarga mereka dengan menyediakan akses terhadap layanan air, sanitasi, dan kebersihan yang esensial.
Farhan Haq, wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam konferensi pers rutin pada Rabu mengatakan bahwa di Khan Younis, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mendukung pembangunan sebuah sumur air utama yang diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 7.000 orang. Di Gaza City, UNICEF turut serta dalam upaya pembersihan instalasi pengolahan air limbah Sheikh Ajleen, yang melayani sekitar 700.000 orang sebelum mengalami kerusakan akibat konflik.
Haq mengatakan bahwa Program Aplikasi Satelit Operasional PBB (UN Operational Satellite Applications Programme) bersama para mitranya pada awal pekan ini memperkirakan sekitar 430.000 anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah, atau sekitar 56 persen dari estimasi populasi pelajar, telah terdaftar di lebih dari 600 ruang belajar sementara di seantero Gaza.
Di sejumlah ruang belajar sementara tersebut, berbagai program tengah dijalankan untuk membantu anak-anak mengejar ketertinggalan menjelang tahun ajaran baru, meskipun hampir separuh anak usia sekolah masih belum memiliki akses yang memadai terhadap kesempatan belajar, ujarnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































