Palestina: Kesepakatan fase 2 gencatan Gaza belum terwujud

1 day ago 2

Istanbul (ANTARA) - Otoritas Palestina (PA), Senin, mengatakan bahwa kesepakatan tentang implementasi fase kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza "tetap di atas kertas" sementara Israel terus melakukan serangan mematikan terhadap warga Palestina.

"Pengumuman kesepakatan tersebut tidak menghasilkan penghentian agresi secara menyeluruh atau pelindungan terhadap rakyat Palestina," kata juru bicara PA Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita resmi WAFA.

Setidaknya 18 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (2/8) meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Sepuluh orang lagi tewas akibat tembakan Israel di wilayah tersebut sehari sebelumnya.

"Israel terus melanjutkan perang habis-habisan terhadap rakyat Palestina meskipun kesepakatan telah diumumkan," kata Abu Rudeineh, menambahkan bahwa kesepakatan tersebut "tetap di atas kertas" sementara pembunuhan terus berlanjut di lapangan.

Abu Rudeineh memperingatkan terhadap pengabaian Israel terhadap upaya internasional yang bertujuan untuk menghentikan genosida terhadap warga Palestina.

Dia juga menyerukan penghentian serangan dan penghancuran kamp pengungsi dan desa-desa Palestina oleh Israel.

"Ini merupakan bagian dari perang komprehensif Israel yang menargetkan keberadaan Palestina dan isu pengungsi," katanya.

Abu Rudeineh memperbarui seruan Palestina kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna memaksa Israel segera menetapkan fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Dia juga menekankan perlunya menghentikan operasi militer di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan memberikan pelindungan internasional bagi warga Palestina.

"Impunitas Israel yang terus berlanjut mendorongnya untuk terus melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional," tambahnya.

"Tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan ini kecuali dengan mengakhiri pendudukan, menghentikan agresi, dan membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan resolusi legitimasi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab, serta pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Rudeineh.

Pada Jumat (31/7), Dewan Perdamaian dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan fase selanjutnya dari gencatan senjata Gaza, dengan dewan tersebut mengatakan Hamas telah menerima peta jalan yang terperinci. Israel belum secara resmi mengomentari usulan tersebut.

Israel telah membunuh lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam perang brutal di Gaza sejak Oktober 2023.

Meski perjanjian gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel terus melanjutkan serangannya di seluruh wilayah tersebut, menewaskan 1.250 warga Palestina dan melukai 4.110 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Mesir, utusan Dewan Perdamaian bahas tahap baru gencatan Gaza

Baca juga: Hamas: Eskalasi serangan ke Gaza upaya gagalkan gencatan senjata

Baca juga: Hamas-PIJ tekankan perlunya penarikan pasukan Israel dari Gaza

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |