Jakarta (ANTARA) - Orang yang biasa berolahraga pada pagi hari menurut sebuah studi baru memiliki risiko lebih rendah mengalami tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, obesitas, dan faktor lain yang berkontribusi pada penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang berolahraga pada siang hari.
Menurut siaran Everyday Health pada Minggu (20/3), studi yang mengandalkan data detak jantung per menit dari hampir 15.000 orang dewasa itu menunjukkan bahwa orang dewasa yang berolahraga pagi kemungkinannya mengalami obesitas 35 persen lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang berolahraga di siang hari.
Selain itu, orang dewasa yang berolahraga pagi 31 persen lebih kecil peluangnya mengalami penyakit arteri koroner dan 30 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami diabetes tipe 2.
Jika dibandingkan dengan orang dewasa yang berolahraga pada siang hari, mereka yang berolahraga pagi 21 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami kolesterol tinggi dan 18 persen lebih kecil peluangnya mengalami tekanan darah tinggi.
Baca juga: Olahraga pagi paling efektif untuk turunkan berat badan
Hasil studi juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang berolahraga antara pukul 07.00 dan 08.00 memiliki peluang terendah mengalami penyakit arteri koroner.
Menurut hasil studi, pengurangan risiko ini tidak bergantung pada seberapa banyak olahraga yang sebenarnya dilakukan orang.
"Studi ini menunjukkan bahwa waktu berolahraga mungkin penting, bukan hanya seberapa banyak Anda berolahraga," kata penulis utama hasil studi Prashant Rao MBBS, dokter ahli kardiologi olahraga dan ilmuwan di Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School.
Menurut Aubrey Grant, MD, ahli kardiologi olahraga di MedStar Health di Washington DC yang tidak terlibat dalam penelitian, olahraga pagi mungkin lebih sesuai dengan fisiologi sirkadian atau bagaimana fungsi tubuh secara alami berhubungan dengan waktu dalam sehari.
"Kortisol mencapai puncaknya di pagi hari dan dapat mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik, berpotensi meningkatkan efisiensi metabolisme," ia menambahkan.
Baca juga: Jalan kaki setiap pagi baik untuk otot dan otak
Alex Rothstein, EdD, asisten profesor ilmu olahraga di New York Institute of Technology di Old Westbury, mengatakan bahwa orang yang berolahraga lebih awal mungkin juga memiliki gaya hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.
"Jika Anda berolahraga lebih awal, Anda cenderung memiliki lebih sedikit alasan untuk tidak berolahraga, dan Anda mungkin berolahraga lebih konsisten," kata Dr. Rothstein, yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini.
Rao menyampaikan bahwa pengaturan waktu dapat menjadi cara sederhana dan murah untuk mengoptimalkan manfaat olahraga bagi kesehatan.
Namun, ia menekankan bahwa yang terpenting tetap berolahraga secara konsisten, terlepas dari waktunya.
Baca juga: Olahraga malam atau pagi, mana yang lebih baik?
Baca juga: Rekomendasi ahli gizi soal pengaturan waktu sarapan dan olahraga pagi
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































