Kupang (ANTARA) - Polres Sabu Raijua melaporkan hujan disertai angin puting beliung menerjang Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/3), mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan milik warga dan gudang penyimpangan.
Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis dihubungi dari Kupang, Selasa malam, mengatakan peristiwa yang terjadi itu berlangsung singkat namun berdampak signifikan terhadap bangunan di lokasi kejadian.
“Angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan langsung menerbangkan bangunan yang ada, dengan durasi kejadian hanya sekitar satu menit,” katanya.
Ia menjelaskan gudang utama milik PT Nataga Raihawu Industri (NRI) yang berlokasi di RT 10 RW 05 Kelurahan Mebba mengalami kerusakan paling parah hingga rata dengan tanah.
Baca juga: BPBD catat 242 rumah rusak diterjang angin puting beliung di Cirebon
Bangunan berukuran 20x50 meter dengan tinggi enam meter tersebut roboh akibat terjangan angin kencang, sementara sebagian atap seng dilaporkan terbawa angin hingga sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi.
“Kerugian akibat kerusakan gudang utama tersebut diperkirakan mencapai Rp520 juta,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, gudang penyimpanan bahan bangunan milik warga bernama Donserses Nara Lulu di RT 007 RW 004 juga mengalami kerusakan setelah atapnya diterbangkan angin, dengan kerugian sekitar Rp3,5 juta.
Kerusakan juga terjadi pada bagian teras dan dapur rumah milik Anjas Padji Kana di lokasi yang sama dengan nilai kerugian diperkirakan sekitar Rp3 juta.
Baca juga: BNPB catat cuaca ekstrem picu kerusakan rumah di sejumlah daerah
Paulus menambahkan saat kejadian terdapat sekitar satu ton garam di dalam gudang utama yang berhasil diamankan oleh pihak pengelola.
Pihak kepolisian, lanjut dia, telah mengambil langkah cepat dengan menerima laporan, mendata, mengidentifikasi kerugian, dan membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama saat terjadi hujan dan angin kencang,” ujar dia.
Baca juga: BPBD Cimahi: 129 rumah rusak akibat angin puting beliung
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































