Norwegia minta maaf kepada Malaysia atas pembatalan ekspor rudal

4 hours ago 6

Istanbul (ANTARA) - Norwegia dilaporkan meminta maaf kepada Malaysia atas pembatalan izin ekspor sistem Rudal Serang Angkatan Laut (NSM), tetapi tetap mempertahankan keputusannya untuk mencabut kesepakatan tersebut.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan isu ini dibicarakan dalam pertemuan bilateral dengan Menhan Norwegia Tore O. Sandvik di sela-sela Dialog Shangri-La akhir pekan lalu di Singapura.

“Saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Norwegia dan beliau menyampaikan permintaan maafnya, tetapi juga menjelaskan dasar pembatalan tersebut,” kata Khaled seperti dikutip Malay Mail, Minggu.

Berita ini muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengkritisi keputusan Oslo, memperingatkan bahwa pembatalan tersebut dapat secara signifikan mengganggu kesiapan pertahanan Malaysia dan mengubah dinamika keamanan regional yang lebih luas.

Norwegia dilaporkan membenarkan langkah tersebut atas dasar keamanan nasional—alasan yang disebut Anwar “sepihak dan tidak dapat diterima.”

Perselisihan ini berpusat pada akuisisi sistem rudal anti-kapal NSM oleh Malaysia sebagai bagian dari program modernisasi Kapal Tempur Pesisir (Littoral Combat Ship), yang merupakan komponen kunci dari strategi angkatan laut jangka panjang Kuala Lumpur.

Sumber: Anadolu

Baca juga: PM Malaysia keberatan Norwegia cabut lisensi ekspor rudal NSM

Baca juga: Malaysia kecam Norwegia atas pencabutan izin ekspor rudal

Baca juga: Raja Norwegia tinggalkan Malaysia setelah jalani perawatan

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |