Nezar tekankan talenta digital harus pahami interaksi AI secara tepat

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pengembangan talenta digital tidak bisa hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga harus memahami bagaimana berinteraksi dengan AI secara tepat, sekaligus mampu mengendalikan penggunaannya.

“Desain AI harus human-centric (berpusat pada manusia) agar teknologi yang dikembangkan memberi dampak positif pada manusia. Dalam pengambilan keputusan, AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat melalui pendekatan human in the loop (pelibatan manusia secara aktif),” kata Nezar dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, desain AI harus menempatkan manusia sebagai pusat. Ia mengingatkan risiko dari penggunaan kecerdasan buatan yang semakin masif yang dinilai mulai menggerus kemampuan berpikir kritis, terutama di kalangan pelajar dan profesional.

“Jangan sampai kita kehilangan daya kritis karena semua diserahkan kepada AI. Itu sudah mulai terjadi di dunia pendidikan,” ujar Nezar.

Baca juga: Wamenkomdigi kemukakan pemanfaatan AI untuk pengembangan pertanian

Nezar juga menyoroti kecenderungan penggunaan AI yang serba instan. Kondisi ini berpotensi melemahkan kemampuan analisis dan penilaian etis jika tidak diimbangi dengan kesadaran penggunaan.

Oleh karena itu, menurutnya talenta digital harus tetap mampu mengevaluasi setiap output AI secara kritis. Dia juga menekankan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan tidak boleh sepenuhnya dialihkan ke mesin.

Di sisi lain, Nezar mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab persoalan nyata di sektor strategis seperti pangan, energi, kesehatan, dan maritim. Pendekatan berbasis masalah dinilai penting agar teknologi memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Ambisi strategis diperlukan agar kita tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata di sektor-sektor prioritas,” ujarnya.

Dia menyampaikan hal tersebut saat membuka Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada. Workshop AI Talent Factory 2 diikuti 98 mahasiswa dan 28 dosen dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Program ini diarahkan untuk membentuk talenta yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengendalikan dampak pemanfaatan AI.

Baca juga: Wamenkomdigi tekankan kendali manusia sebagai standar tata kelola AI

Baca juga: PP Tunas berlaku, Wamenkomdigi ingatkan sanksi untuk yang tak patuh

Baca juga: Wamenkomdigi sebut ekosistem media sehat penting untuk pelindungan HAM

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |